Image

Utang Luar Negeri Indonesia Naik 8,7% Jadi USD358,7 Miliar

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 20:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 15 20 1898744 utang-luar-negeri-indonesia-naik-8-7-jadi-usd358-7-miliar-6iR8viUGEJ.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I 2018 naik 8,7% (yoy) menjadi USD358,7 miliar. ULN terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD184,7 miliar serta utang swasta sebesar USD174,0 miliar.

Mengutip keterangan Bank sentral, Selasa (15/5/2018), pertumbuhan ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2018 tersebut melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang mencapai 10,4% (yoy). Perlambatan pertumbuhan ULN tersebut disebabkan oleh ULN sektor pemerintah dan sektor swasta yang tumbuh lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Sentuh Rp13.747 per Dolar AS

Selain untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kegiatan produktif dan investasi, ULN pemerintah juga digunakan untuk turut mendukung komitmen terhadap pendanaan hijau yang ramah lingkungan. Hingga akhir triwulan I 2018, ULN pemerintah tercatat sebesar USD181,1 miliar.

Utang tersebut terdiri dari SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) yang dimiliki oleh non-residen sebesar USD124,8 miliar dan pinjaman kreditur asing sebesar USD56,3 miliar. ULN Pemerintah pada akhir triwulan I 2018 meningkat USD3,8 miliar dari triwulan sebelumnya.  Peningkatan tersebut terutama bersumber dari penerbitan Global Sukuk sebesar USD3 miliar yang di dalamnya termasuk dalam bentuk Green Bond atau Green Sukuk Framework senilai USD1,25 miliar sejalan dengan komitmen pendanaan hijau yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Nasihat Rizal Ramli Bereskan Utang RI Rp4.000 Triliun

Sementara di sisi SBN, investor asing masih mencatat net buy SBN pada triwulan I 2018. Perkembangan ini tidak terlepas dari kepercayaan investor asing atas SBN domestik yang masih tinggi antara lain ditopang peningkatan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Rating and Investment (R&I) pada tanggal 7 Maret 2018.

ULN swasta tumbuh melambat terutama dipengaruhi oleh ULN sektor industri pengolahan dan sektor pengadaan listrik, gas, dan uap/air panas (LGA). Secara tahunan, pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor LGA pada triwulan I 2018 masing-masing tercatat sebesar 4,4% dan 19,3%, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan ULN sektor pertambangan meningkat dan pertumbuhan ULN sektor keuangan relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,2%, relatif sama dengan pangsa pada triwulan sebelumnya.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Sentuh Rp13.747 per Dolar AS

Perkembangan ULN total pada triwulan I 2018 tetap terkendali dengan struktur yang sehat. Hal ini tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan I 2018 yang tercatat stabil di kisaran 34%. Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers.

Berdasarkan jangka waktu, struktur ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2018 tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,1% dari total ULN. Bank Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk mengoptimalkan peran ULN dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini