nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendatang Baru, Saham Royal Prima Melesat 47%

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 09:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 15 278 1898421 pendatang-baru-saham-royal-prima-melesat-47-Hk6zvUWDQL.jpg Foto: Saham Royal Prima Melesat 47% (Giri/Okezone)

JAKARTA - PT Royal Prima Tbk sebagai perusahaan yang bergerak di pengelolaan Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima hari ini mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perusahaan ini resmi bergabung di BEI dan menjadi emiten ke-13 yang melepas saham perdananya atau Initial Public Offering (IPO).

Pada pencatatan perdana, saham berkode emiten PRIM naik sebesar 235 poin atau 47% ke level Rp735 dari harga saham awal Rp500 per saham. Saham PRIM ditransaksikan sebanyak 140 kali dengan volume 18,760 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp1,38 miliar.

 

Direktur Royal Prima Mok Siu Pen mengatakan, pencatatan saham perdana yang dilakukan oleh perusahaan ini, menjadi langkah strategis perusahaan untuk melebarkan sayap ke depannya. Seperti diketahui, dari IPO ini perusahaan menargetkan bisa meraih total dana Rp600 miliar.

Perusahaan melepas sebanyak 1,2 miliar lembar saham. Jumlah tersebut 35,38% dari modal dan disetor penuh setelah IPO.

"Melalui aksi korporasi ini akan menjadi langkah strategis perseroan dalam melanjutkan bisnisnya di industri jasa kesehatan. Semoga dengan hadirnya kami di pasar modal Indonesia dapat memberikan warna di industri jasa kesehatan di Indonesia," ujarnya saat ditemui di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Mok menjelaskan, dana hasil IPO tersebut akan digunakan sebanyak 45,4% untuk biaya akuisisi rumah sakit baru di daerah Medan, Pekan Baru, Jambi, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Jakarta, dan daerah lain yang potensial.

Selain itu, sekitar 17,2% akan digunakan perusahaan untuk tambahan perolehan tanah untuk pembangunan rumah sakit, dan sisanya sekitar 12,1% digunakan untuk pembelian peralatan medis dan infrastruktur teknologi informasi.

 

Kemudian, sebanyak 20,6% akan digunakan untuk ekspansi pada rumah sakit yang dimiliki perusahaan saat ini. Seperti dengan penambahan kapasitas tempat tidur, lantai bangunan dan fasilitas penunjang lainya. Sedangkan, sisanya atau sekitar 3,7% akan digunakan untuk biaya operasional sehari-hari.

"Sebagai rumah sakit pendidikan kami, melalui aksi korporasi ini akan menjadi langkah strategis perseroan dalam melanjutkan di industri jasa kesehatan. Semoga dengan hadirnya kami di pasar modal dapat memberikan warna di industri jasa kesehatan di Indonesia," jelasnya

Selain IPO, perusahaan juga menerbitkan sebanyak 600 juta waran seri I, yang seluruhnya dikeluarkan dari portepel perseroan. Waran Seri I diberikan kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam DPS Penjatahan secara cuma-cuma dengan ketentuan setiap pemegang dua saham akan memperoleh satu waran seri I.

Adapun nilai nominalnya yaitu Rp100 dan harga pelaksanaan Rp625, sehingga perolehan dari Waran ini senilai Rp375 miliar. Waran ini akan dilaksanakan pada enam bulan atau lebih sejak efek diterbitkan, yakni mulai tanggal 12 November 2018 sampai dengan 14 Mei 2021. Hasil dari pelaksanaan waran seri I, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja perusahaan.

"PRIM percaya pelayanan terbaik yang dijalankan oleh perseroan merupakan kunci utama, dan kami berharap para investor dapat terus berkumpul bersama kami," ucapnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini