nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IHSG Hari Ini Babak Belur, Terpukul Data Defisit Neraca Perdagangan

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 17:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 15 278 1898633 ihsg-hari-ini-babak-belur-terpukul-data-defisit-neraca-perdagangan-5Qvx45rTJL.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutan koreksi kemarin. Pada penutupan perdagangan sore ini IHSG makin terperosok turun 109,03 poin atau 1,83% ke level 5.838,11.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, kejatuhan indeks yang makin dalam ini dipengaruhi oleh neraca perdagangan April 2018 yang berada di luar ekspektasi pelaku pasar.

Baca Juga: IHSG Kian Turun Tajam, Sore Ini Amblas 1,83% ke 5.838,11

Adapun neraca perdagangan per April 2018 mengalami defisit sebesar USD1,63 miliar sehingga memberikan sentimen negatif bagi IHSG. Tidak hanya bagi IHSG, Nafan menuturkan, angka yang di luar harapan investor ini juga mempengaruhi nilai tukar Rupiah.

"Hal tersebut di bawah ekspektasi pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan akan surplus USD1,1 miliar," ujarnya kepada Okezone.

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru dengan Ditutup Naik 33,70 Poin

Sementara itu, dari sisi eksternal, kenaikan yield US Treasury hampir mencapai 3% sehingga memberikan sentimen positif bagi Dolar Amerika Serikat (AS), sehingga semua mata uang global termasuk Rupiah terdepresiasi. Sebab, kata Nafan, keadaan ini memberikan sinyal kuat bahwa The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga pada bulan mendatang, sehingga memberikan sentimen negatif bagi Rupiah maupun IHSG tentunya.

Nafan menuturkan, para pelaku pasar tengah menantikan keputusan Bank Indonesia (BI) dalam menetapkan tingkat suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini.

"Apapun keputusannya, diharapkan memberikan katalis positif bagi IHSG beserta Rupiah," ujar dia.

Baca Juga: Masih Jadi 'Korban' Bom, IHSG Turun Tipis ke 5.939

Akan tetapi, Nafan menilai bank sentral sebaiknya menunggu keputusan The Fed sebelum akhirnya menaikkan tingkat BI 7 Days RR. Sebab, sejauh ini pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS masih cenderung stabil, apalagi masih belum melampaui batas Rp14.100 bahkan Rp14.275.

"Sehubungan dengan itu, maka BI masih belum perlu menaikkan 7-Day Repo Rate pada bulan ini. Namun jika bulan depan The Fed telah menaikkan suku bunganya, maka tentunya BI akan melakukan adjustment," ujarnya.

Alami Penguatan Hampir Sepanjang Hari, IHSG Justru Terus Melemah di Akhir Perdagangan

Meskipun kenaikan BI 7 Days RR tidak terjadi pada bulan ini, Nafan memastikan kondisi pasar tidak akan semakin guncang. Sebab, sejauh ini IHSG masih koreksi wajar dan tidak mengalami koreksi yang signifikan. Apalagi, kata dia, saat ini stabilitias fundamental makroekonomi domestik masih terjaga dengan baik. Dengan demikian, jika BI belum menaikan tingkat 7 Days RR pada bulan ini, tentunya masih aman untuk market.

Sekadar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan selama April 2018 defisit USD1,63 miliar. Di mana pada bulan lalu atau Maret 2018 neraca perdagangan surplus USD1,09 miliar.

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini