Image

Antisipasi Libur Panjang Lebaran, Impor April Naik 11,28% ke USD16,09 Miliar

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 14:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 15 320 1898527 antisipasi-libur-panjang-lebaran-impor-april-naik-11-28-ke-usd16-09-miliar-hpccUPHd9D.jpg Foto: Bawang Putih Impor (Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengaku terkejut dengan kenaikan nilai impor April 2018 yang di luar ekspektasi. Tercatat impor April 2018 naik 11,28% menjadi sebesar USD16,09 miliar bila dibandingkan Maret 2018, serta naik 34,6% dibandingkan periode yang sama di 2017.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Impor Pakaian Meroket 64%

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, pola impor cenderung mengalami kenaikan setiap menjelang periode Lebaran, di mana hal serupa juga terjadi di tahun 2016 dan 2017. Hanya saja, kata dia, apabila melihat dari komposisi barang impornya, pada tahun ini, barang modal dan bahan baku naik signifikan.

Gakoptindo: Setiap Tahun Impor Kedelai Selalu Meningkat Sekira 3%

"Slide peningkatan agak tidak biasa, barang konsumsi bisa naik seperti pir, aper, garlic (bawang putih) dan sebagainya. Tapi bahan baku dan barang modal naiknya lumayan tinggi, ini terjadi karena industri butuh persiapan dua sampai tiga impor dan antisipasi liburan panjang," tuturnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Kecuk melanjutkan, apabila dilihat kenaikan impor dari sektornya, untuk barang konsumsi naik 25,80%. Hal ini terjadi karena ada beberapa jenis barang konsumsi yang mengalami kenaikan tinggi, seperti impor beras yang belum terealisasi sepenuhnya, daging beku, pir dan buah apel.

19.900 Ton Beras Impor Asal Vietnam Tiba di Cilegon Banten

Sedangkan untuk impor barang baku naik 10,73% seperti kacang kedelai dari Argentina dan Brazil, keperluan handphone, dan gandum. Sementara barang modal naik 6,59% seperti mesin dan beberapa barang lainnya.

"Jadi kalau mau positif thinking ini bahan baku untuk menggerakan industri kita dan juga ada industri lain pada triwulan I menggeliat dan mengembirakan," ujarnya.

Baca Juga: Indef Sebut 60% Bahan Baku Industri Makanan Masih Impor

Mengenai barang konsumsi, Kecuk mengatakan impor mengalami kenaikan 25,85%. Adapun bawang putih (garlic) kenaikannya USD61,5 juta utamanya dari Tiongkok. Adapun beras impor lanjutan nilai impornya mencapai USD59,4 juta dari Thailand.

"Kemudian daging beku sebesar USD42,1 juta dari Australia, buah pir itu senilai USD26,3 juta dari Tiongkok dan Apel sebesar USD36,1 juta dari Tiongkok dan AS," tuturnya.

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini