Image

Impor Pesawat Terbang dan Bagiannya Naik 290% pada April 2018

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 14:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 15 320 1898542 impor-pesawat-terbang-dan-bagiannya-naik-290-pada-april-2018-E7Zm2JUpnI.jpeg Badan Pusat Statistik (Foto: Feby/Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor pada April 2018 mencapai USD16,09 miliar atau naik 11,28% dibandingkan Maret, demikian pula jika dibandingkan April 2017 meningkat 34,68%.

Mengutip data BPS, Selasa (15/5/2018), kenaikan nilai impor pada April ini disebabkan oleh naiknya nilai impor migas USD81,1 juta atau naik 3,62% dan non migas USD1.550,4 juta atau naik 12,68%.

Melihat Perakitan Pesawat Penumpang Boeing 787 di Carolina Selatan

Peningkatan impor migas ini dipicu oleh naiknya impor hasil minyak USD124,1 juta atau naik 10,58% dan gas USD4,8 juta atau naik 2,2%, namun untuk impor minyak mentah turun USD47,8 atau 5,64%.

Bila melihat lebih rinci data kenaikan impor, diketahui peningkatan terbesar dialami golongan mesin dan peralatan listrik sebesar USD315,3 juta atau 20,87%. Diikuti golongan ampas atau sisa industri makanan USD180,5 juta atau naik 131,56%.

Baca Juga: Dibanjiri Impor, Kemenperin Wajibkan SNI Pelumas Automotif Juni 2018

Pesawat terbang dan bagiannya naik 290% dengan nilai impor mencapai USD177,3 juta, serelia USD84,5 juta atau naik 38,87% serta besi dan baja USD74 juta atau naik 8,41%.

Sementara itu, untuk golongan kapal laut dan bangunan terapung impor mengalami penurunan terbesar yaitu USD47,7 juta atau 36,55%. Kemudian golongan barang yang juga impornya turun seperti mesin dan pesawat mekanik USD40,0 juta, bahan bakar mineral USD24,5 juta, bubur kayu USD21,8 juta serta golongan karet USD17,3 juta.

Melihat Perakitan Pesawat Penumpang Boeing 787 di Carolina Selatan

Secara kumulatif impor Januari-April 2018 sebesar USD60,053 juta atau meningkat 23,65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan terjadi pada impor migas sebesar USD828,3 juta dan non migas USD10.658 juta.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini