nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Adhi Karya Siapkan Proyek Kereta Layang Lingkar Luar Tanpa Masinis

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 16:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 15 320 1898588 adhi-karya-siapkan-proyek-kereta-layang-lingkar-luar-tanpa-masinis-AcgQnVdD2o.jpeg Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto (Foto: Dani/Okezone)

JAKARTA - Rencana pembangunan proyek kereta layang atau loop line di Jakarta masih dibahas. Saat ini, proyek yang direncanakan tanpa masinis masih tahap kajian.

Ada tiga investor yang akan terlibat dalam pembangunan kereta layang. Salah satunya PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). Selain itu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Jaya Konstruksi.

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto mengatakan, proyek loop line ini akan dibangun sepanjang 26 kilo meter (km) di atas jalur Kereta Rel Listrik (KRL), sehingga disebut jalur lingkar luar.

Baca Juga: Marak Teror Bom, Proyek Adhi Karya Diperketat

"Nanti relnya double track. Jadi semua terintegrasi moda transportasi Jakarta, dari luar Jakarta ke dalam Jakarta," kata Budi di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Direktur Operasi III PT Adhi Karya Tbk (ADHI) Pundjung Setya Brata menambahkan, konsep proyek kereta layang adalah menyambungkan moda transportasi dari luar ke Jakarta atau titik-titik yang masih terputus.

Dia mencontohkan, selama ini masyarakat dari Bekasi ke Manggarai, jika ingin pergi ke Serpong harus transit dulu di Tanah Abang. Ataupun sebaliknya, jika ingin ke Bogor, masyarakat yang dari Tangerang, harus transit dulu di Duri. Bahkan, masyarakat harus rela naik angkutan umum lagi jika ingin sampai ke lokasi.

Adhi Karya

"Titik itu yang terputus atau yang segaris aja akan dihubungkan satu lintas. Jaringannya akan terintegrasi," jelasnya.

Menurutnya, proyek ini akan berhasil jika melihat dari demand yang tinggi. Tentunya, proyek loop line membantu pola transportasi di Jakarta.

Baca Juga: Adhi Karya Raih Kontrak Baru Rp3,8 Triliun hingga April

"Semacam jalur lingkar untuk kereta. Kayak kota di Tokyo dan Paris ada. Makanya kita antusias," imbuhnya.

Proyek kereta layang ini masuk proyek strategis nasional (PSN). Diperkirakan proyek ini rampung dalam 5 tahun, yakni 1 tahun untuk feasibility study dan 4 tahun untuk konstruksi. Untuk investasi proyek ini akan dihitung ulang, yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp10 triliun.

"Investasinya kan itu jaraknya 26 km. Kita refer market, harga 1 km itu Rp500 miliar. Kita akan hitung lagi. Untuk operator? Mungkin KAI," katanya.

Pembangunan proyek loop line ini akan dibangun 4 stasiun besar terintegrasi dengan 15-20 stasiun baru yang dibangun.

Adhi Karya

"Proyek ini pakai APBN, tapi kita coba pakai skema lain," katanya.

Untuk sistem pengoperasiannya, Adhi Karya mengusulkan pakai sistem otomatisasi atau tanpa masinis. Namun, usulan ini masih terus dikaji dan dibahas.

"Kalau semua sistem otomatisasi,  itu kecil human error. Untuk kecepatan kita desain 100 km per jam, tapi kayaknya operasinya 80-90 km per jam. Semua ini masih dalam kajian," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini