Image

Neraca Perdagangan Defisit, Mendag: Impor Bahan Baku Industri Tinggi

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 20:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 15 320 1898739 neraca-perdagangan-defisit-mendag-impor-bahan-baku-industri-tinggi-3hyOnTdhvq.jpg Foto: Menteri Perdagangan Enggartiasto (Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan selama bulan April 2018 mengalami defisit USD1,63 miliar. Padahal pada bulan sebelumnya yakni Maret 2018, neraca perdagangan mengalami surplus sebesar USD1,09 miliar. 

Defisitnya neraca perdagangan pada bulan April 2018 dikarenakan impor pada bulan April 2018 naik signifikan. Tercatat impor bulan April 2018 mencapai USD16,09 miliar naik 11,28% dibandingkan bulan Maret 2018 atau naik 34,6% dibandingkan bulan April 20017 (year on year/yoy).

Defisit Neraca Perdagangan

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita mengatakan, tingginya angka impor disebabkan banyaknya masuk bahan baku dari pelaku industri. Tentunya hal tersebut sangat positif bagi perekonomian Indonesia. 

Apalagi, konsumsi juga mengalami peningkatan pada bulan April hingga jelang lebaran nanti. Tentunya, kontribusi impor kepada perekonomian akan sangat baik di masa mendatang.

Baca Juga: Presiden Jokowi Lepas Ekspor Produk Indonesia ke Amerika

"Kalau dari sisi ekspornya, kita naik 9,01%, tapi dari sisi impornya tinggi karena juga masuk barang modal bahan baku untuk industri yang berkembang kan itu positif. Tapi juga ada konsumsi yang naik, kenapa konsumsi nasi seperti biasa mendekati lebaran," ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/5/2018). 

Meski begitu lanjut Enggar, dirinya tidak akan diam dengan defisitnya neraca perdagangan. Dirinya sudah menyiapkan langkah langkah untuk mendorong ekspor agar neraca perdagangan bisa stabil. 

Defisit Neraca Perdagangan

"Untuk menstabilkan neraca (perdagangan) yang tingkatkan ekspornya," ucapnya.

Menurut Enggar, saat ini dirinya akan mendorong produk-produk jadi seperti garmen , alas kaki dan juga mobil. Sehingga diharapkan target ekspor 11% bisa tercapai. 

"Kalau saya lihat dari ekspor target kita 11% kenaikannya year on year, tapi ini kan kenaikannya 9%. Dan kita ngejar 2% lagi. Ke depan yang akan diekspor garmen, alas kaki, mobil," jelasnya. 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini