Jurus Menhub agar Banyak Kapal Besar Bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 21:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 15 320 1898755 jurus-menhub-agar-banyak-kapal-besar-bersandar-di-pelabuhan-tanjung-priok-JycYAYsbxw.jpg Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto: Okezone

JAKARTA - Kementerian Perhubungan terus mendorong agar kapal-kapal berukuran besar bisa bersandar di perairan Indonesia dalam hal ini Pelabuhan Tanjung Priok. Terakhir adalah kapal berukuran 10.000 teus bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok dan membawa ekspor barang manufaktur Indonesia ke Amerika Serikat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, setidaknya ada tiga jurus utama yang perlu dilakukan agar lebih banyak lagi kapal berukuran besar yang bersandar di Indonesia. Langkah pertama adalah murah.

ekspor

"Agar lebih banyak kapal besar yang bersandar pertama pasti harus murah," ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan insentif. Artinya semakin besar kapal yang bersandar sudah maka semakin besar pula insentif yang diberikan.

"Ya ini kan satu, kita menghitungnya progresif. Artinya tidak berdasarkan jumlah dari pada teusnya tetap berpakaian space yang dia pakai. Nanti PNPB-nya juga gitu. Bukan karena dia besar jadi mahal malah kalau dia besar kita kasih insentif," jelasnya.

ekspor

Lusiana lanjut Budi, langkah yang perlu dilakukan untuk mengundang kapal kapal besar agar bersandar di Tanjung Priok adalah transparan. Maksudnya adalah dari sisi biaya dan regulasi pihak otoritas pelabuhan dalam hal ini PT IPC Pelindo II (Persero) tidak perlu melakukan pungutan pungutan tambahan.

Kemudian lanjut Budi, langkah ketiga yakni harus mudah. Maksudnya adalah dari sisi perizinan harus mudah dan tidak bertele-tele.

ekspor

"Yang kedua pastinya harus transparan. Dan yang ketiga pasti mudah," ucapnya.

Selain ketiga jurus itu lanjut Budi, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana sarana dan pra sarananya yang harus bagus. Oleh karena itu, dirinya terus melakukan upaya upaya perbaikan terhadap pelabuhan-pelabuhan termasuk Priok agar kapal berukuran besar bisa bersandar.

"Terus semua prasarananya harus bahu. Itu dulu. Nah kalau itu sudah tercapai, maka skala ekonomi yang lain akan dengan sendirinya terbangun. Makanya saya push sekali apa yang ada di Priok ini. Selalu saya katakan, lebih murah, lebih mudah, lebih transparan dan lebih cepat. Dengan menciptakan kondisi seperti ini otomatis tertarik," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini