Image

Sektor Mana Saja yang Raih Insentif Pajak?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 15:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 16 20 1899002 sektor-mana-saja-yang-raih-insentif-pajak-pjlehuOU42.jpeg Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah terus berupaya merampungkan insentif pajak bagi industri. Saat ini pemerintah tengah mematangkan sektor industri yang menjadi sasaran pemberian insentif tersebut.

Hal tersebut berdasarkan rapat koordinasi (rakor) mengenai investasi yang dipimpin Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution. Rakor tersebut dihadiri oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Pariwisata Arief Yahya serta beberapa perwakilan kementerian lain.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Kunjungi Stan-Stan Pameran IIS

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, dalam rapat tersebut membahas penerapan tax allowance, tax holiday dan pemberian superdeductable tax bagi pengusaha.

"Nah ini finalisasi saja tax allowance-nya. Belum selesai pembahasannya. Ini lagi dirapatkan (sektornya)," ujar dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Dia menjelaskan, pengelompokan sektor industri yang akan mendapat fasilitas perpajakan tersebut, nantinya akan diatur dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Kunjungi Stan-Stan Pameran IIS

"Kamis nanti (17/5/2018) masih mau dibahas lagi. Sektornya yang difinalisasi karena KLBI-nya (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) diperjelas. Kemudian jumlahnya berapa, kemudian dasar hukum-nya PP," jelasnya.

Direktur Jenderal Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono menambahkan, dalam usulan sektor yang mendapat insentif pajak masih beberapa yang belum mendapatkan persetujuan. Hal ini yang mendorong pembahasan terus berlanjut.

"Ya. Ada (usulan yang belum disetujui),"katanya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Kunjungi Stan-Stan Pameran IIS

Dia menyatakan, insentif pajak ini akan dirampungkan bersamaan dengan peluncuran Online Single Submission. Adapun peluncuran OSS direncanakan pada 20 Mei mendatang.

"OSS itu bersamaan dengan allowance. Dengan OSS ini kan tidak ada interprestasi lagi. Investor masuk, kalau dia sudah masuk OSS dia tahu dapat tax holiday berapa besar," katanya.

Pemberian insentif ini, lanjutnya, diutamakan bagi sektor padat karya yang berorientasi ekspor. "Utamanya untuk meningkatkan subsitusi impor dan mendorong yang ekspor itu yang akan diberikan tax holiday. Itu kan banyak. Yang kita dorong dan industri padat karya yang berorientasi ekspor," imbuhnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini