Image

Pemerintah Siapkan Mini Tax Holiday untuk Investasi di Bawah Rp500 Miliar

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 21:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 16 20 1899177 pemerintah-siapkan-mini-tax-holiday-untuk-investasi-di-bawah-rp500-miliar-5oDwy8cpT7.jpg Pajak (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah berencana memberikan insentif pajak untuk investasi di bawah Rp500 miliar. Fasilitas keringanan pajak ini disebut mini tax holiday.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Azhar Lubis menyatakan, pemberian insentif pajak ini prinsipnya masih mengacu pada 17 sektor industri pionir yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Tax Holiday.

Hari Ini Batas Pelaporan SPT Wajib Pajak 2017

Bila dalam tax holiday, yakni insentif pajak bagi investasi di atas Rp500 miliar mendapatkan pengurangan pajak penghasilan (PPh) badan sebesar 100%, namun dalam mini tax holiday hanya sebesar 50%.

"Dipotong 50% saja, dia bayar pajak perseroannya," ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Untuk durasinya, kata dia, insentif pajak ini diberikan selama 5 tahun bagi investasi di industri sektor pionir tersebut.

"Itu yang mini tax holiday, tetap mengacu kepada pionir, jadi yang pionir tapi yang tidak memenuhi Rp500 miliar," kata dia.

Hari Ini Batas Pelaporan SPT Wajib Pajak 2017

Adapun realisasi pemberian fasilitas pengurangan pajak ini masih akan terus dibahas lebih lanjut oleh pemerintah. "Ini (realisasinya) masih dibahas terus," ujarnya.

Untuk diketahui, ke-17 industri pionir tersebut adalah industri logam dasar hulu, industri pemurnian dan atau pengilangan minyak dan gas bumi dengan atau tanpa turunannya, industri petrokimia berbasis minyak bumi, gas alam, batubara dengan atau tanpa turunannya, industri kimia dasar organik, industri kimia dasar nonorganik, industri bahan baku farmasi, industri pembuatan semikonduktor, dan komponen utama komputer lainnya.

Selanjutnya industri pembuatan peralatan komunikasi, industri pembuatan komponen utama alat kesehatan, industri pembuatan komponen utama mesin industri seperti motor listrik, industri pembuatan komponen utama mesin seperti piston, silinder head, industri pembuatan komponen robotik, industri pembuatan komponen utama kapal, industri pembuatan komponen utama pesawat terbang, industri pembuatan komponen utama kereta api termasuk mesin atau transmisi, serta industri mesin pembangkit tenaga listrik dan infrastruktur ekonomi.

 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini