Image

Debut Perdana, Saham Rumah Sakit Hermina Langsung Turun 2,7%

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 09:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 16 278 1898853 debut-perdana-saham-rumah-sakit-hermina-langsung-turun-2-7-KEYrtEsI6O.jpg Foto: Saham RS Hermina Turun (Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Induk perusahaan Rumah Sakit (RS) Hermina, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menambah jumlah daftar perusahaan tercatat di pasar modal. Medikaloka Hermina resmi tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai perusahaan ke 14 yang melantai di pasar modal di tahun 2018 dengan kode saham HEAL.

Perseroan melepas sebanyak 351.380.800 saham atau sekitar 11,8% dari modal ditempatkan dan disetor setelah Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO). Adapun harga saham pada pencatatan perdana ditetapkan pada harga Rp3.700 per saham.

Pada pencatatan perdana, saham HEAL turun 2,7% atau 100 poin ke level Rp3.600 dari harga pembukaan Rp3.700. Saham HEAL ditransaksikan sebanyak 71 kali dengan volume sebanyak 1.807 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp667,25 juta

 

Direktur Utama Medikaloka Hermina Hasmoro memaparkan, selama masa penawaran yang dilakukan pada tanggal 8-11 Mei 2018, penawaran saham perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 29 kali dari investor ritel.

"Dengan kode saham HEAL yang dalam Bahasa Inggris memiliki arti menyembuhkan. Jadi ini cocok dengan usaha rumah sakit yang membantu menyembuhkan pasien. Dengan visi tumbuh sehat dan berumur panjang, perusahaan berkomitmen akan selalu memberikan nilai tambah kepada pemegang saham," kata dia di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Dari IPO ini, perusahaan menargetkan dapat meraih dana Rp1,3 triliun. Adapun dana tersebut akan digunakan untuk penambahan rumah sakit baru sebesar 25%, dan pembelian alat medis sebesar 25%.

Perusahaan juga akan menggunakan sebanyak 38% untuk pelunasan seluruh utang perseroan dengan PT DBS Indonesia dan medium term notes I Medikaloka Hermina tahun 2017 serta sebanyak 12% untuk pembiayaan kebutuhan operasional lainnya.

 

Penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi Hermina ini, antara lain PR Citigroup Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas.

Sementara yang berperan menjadi penjamin emisi efek, antara lain Artha Sekuritas Indonesia, Indosurya Bersinar Sekuritas, Megenta Kapital Sekuritas Indonesia, NH Korindo Sekuritas Indonesia, Orix Sekuritas, Panin Sekuritas, Philip Sekuritas Indonesia, Shinhan Sekuritas Indonesia dan Wanteg Sekuritas.

Dari sisi kinerja keuangan, perusahaan membukukan pertumbuhan kinerja yang baik dengan total pendapatan sebesar Rp2,7 triliun dan EBITDA sebesar Rp574,9 miliar pada tahun fiskal 2017. Dalam tiga tahun terakhir. Perseroan telah mencapai pertumbuhan rata-rata tahunan majemuk aiau Isuiahnya Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 25,2% untuk pendapatan dan 30,8% untuk EBITDA.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini