nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagaimana Jaminan Kesehatan Korban Teror? Ini Penjelasan BPJS Kesehatan

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 15:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 16 320 1898989 bagaimana-jaminan-kesehatan-korban-teror-ini-penjelasan-bpjs-kesehatan-jsLK7iBM1z.jpg Foto: Laporan Keuangan BPJS Kesehatan (Giri/Okezone)

JAKARTA - Indonesia dalam beberapa hari ini tengah digemparkan oleh teror bom yang banyak menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Tercatat ada beberapa rentetan teror yang terjadi dalam 3 hari belakangan dari mulai insiden di Mako Brimob, Surabaya, Sidoarjo hingga Riau yang terjadi pada hari ini.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, pihaknya akan menanggung dan menjamin kesehatan dari masyarakat yang terkena musibah. Hal tersebut sebagai komitmen pemerintah untuk hadir dalam melayani masyarakat khususnya yang korban teror.

Apalagi, Presiden Joko Widodo juga meminta kepada seluruh instansi pemerintahan untuk sama-sama membantu melayani masyarakat dalam mengatasi teror yang sering terjadi. Artinya termasuk juga BPJS Kesehatan juga harus turut serta untuk menjamin biaya pengobatan dari para korban teror tersebut.

"Prinsipnya sesuai dengan Presiden sampaikan ya bahwa negara hadir menjamin masyarakat yang kena musibah," ujarnya saat ditemui di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

 BPJS Kesehatan Capai 64 Persen dari Total 1,6 Juta Jiwa Kota Depok

Mengenai skemanya, untuk peserta Program Jaminan Kesehatan NasionaI-Kartu Indonesia (JKN-KIS) maka biayanya akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Sedangkan yang nonpeserta, nantinya akan ada skema-skema lain yang ditawarkan dan tentunya berbeda dengan yang menjadi peserta.

"Nanti skemanya tentu peserta JKN-KIS pasti kita tanggung. Yang lain tentu ada skema lain yang dibicarakan," jelasnya.

Sebagai informasi, kemarin Minggu (13/5/2018) terjadi ledakan bom di tiga gereja yang berlokasi di Surabaya. Ketiga gereja tersebut yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel, Gereja Kristen Indonesia (GKI), dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS).

 

Belum genap sehari, ledakan bom juga terjadi di Sidoarjo. Kali ini bom meledak di salah satu inti lantai lima Rusunawa Wonocolo sekira pukul 20.00 WIB.

Belum sempat berduka, ledakan kembali terjadi. Kali ini bom meledak di Mapolrestabes Surabaya sekitar pukul 08.50 WIB

Tadi pagi, aksi teror kembali terjadi di Riau, Sumatera. Kali ini terduga teroris menyerang Polda Riau yang mengakibatkan satu polisi meninggal dunia.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini