nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Impor Naik, Menperin: Produksi untuk Subtitusi Harus Didorong

ant, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 20:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 16 320 1899092 impor-naik-menperin-produksi-untuk-subtitusi-harus-didorong-IFVm4LVGc6.jpeg Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, produksi barang subtitusi impor perlu didorong untuk mengurangi kebutuhan barang modal dan bahan baku/penolong yang tidak dihasilkan di dalam negeri.

"Kalau bicara (industri) tekstil, katun itu impor. Subtitusinya rayon, dan itu sedang dibangun. Industri seperti rayon ini yang kita harus dukung," kata Airlangga di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Pernyataan Airlangga tersebut menanggapi impor barang modal dan bahan baku/penolong yang meningkat pada April 2018 menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS).

BI Catat Surplus Neraca Perdagangan per Maret Turun

Di satu sisi, dia juga menilai bahwa impor golongan barang modal dan bahan baku/penolong secara jangka panjang positif karena hal tersebut menunjukkan realisasi investasi.

"Kalau realisasi investasi itu kan positif, tentu nanti harapannya ke depan kita akan memacu ekspor. Salah satu yang dibahas adalah bagaimana kita memacu ekspor dan fasilitas apa yang diberikan untuk memacu ekspor," tutur Airlangga.

Terkait ekspor, Airlangga menjelaskan kebijakan oleh pemerintah dalam mendorong ekspor yaitu melalui insentif untuk investasi tambahan dan pendidikan agar tenaga kerja lebih siap. Dia juga mengatakan bahwa pemerintah saat ini tengah membahas untuk memberikan insentif untuk industri hulu dan pionir.

BI Catat Surplus Neraca Perdagangan per Maret Turun

"Itu sedang dibahas, pendalaman industri dan mendorong ekspor. Kemarin Presiden ke Tanjung Priok untuk melihat ekspor yang langsung dari Jakarta ke Los Angeles. Tentu nanti didorong lagi dari Jakarta ke Rotterdam," kata dia.

Sebelumnya, BPS mencatat nilai impor bahan baku pada April 2018 sebesar USD11,96 miliar atau tumbuh 33% dibandingkan nilai impor pada April 2017 (yoy). Sementara nilai impor barang modal pada April 2018 mencapai USD2,62 miliar atau tumbuh 40,81% (yoy).

Terkait struktur impor menurut penggunaan barang, peran golongan bahan baku 74,32% dari total impor April 2018, sementara barang modal 16,29% dan konsumsi 9,39%.

Apabila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, selama Januari hingga April 2018 nilai impor barang konsumsi, bahan baku, dan barang modal meningkat masing-masing sebesar USD1,12 miliar (26,09%), USD8,03 miliar (21,86%), dan USD2,32 miliar (31,04%).

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini