nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPH Migas Undang Pertamina ke Kantornya, Bahas Apa?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 20:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 16 320 1899160 bph-migas-undang-pertamina-ke-kantornya-bahas-apa-f5OGSJCP6A.jpeg BPH Migas (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) sore ini menggelar rapat koordinasi di kantornya. Turut hadir dalam rapat tersebut Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, hingga perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kepala BPH Migas Fanshrullah Asa mengatakan, dalam rapat koordinasi tersebut, ada beberapa hal yang dibahas. Salah satunya adalah bagaimana persiapan posko BBM mudik lebaran yang dikoordinasikan oleh BPH Migas.

"Sore ini dihadiri Migas dari Sekjen. Ada lima hal yang kami bahas. (Salah satunya) mengenai posko lebaran," ujarnya dalam acara Konferensi pers di Kantor BPH Migas , Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Kementerian ESDM Rumuskan Aturan Sebelum Naikkan Harga BBM Nonsubsidi

Selain itu lanjut Ifan, pihaknya juga membahas mengenai wacana implementasi BBM satu harga pada tahun ini. Sehingga penerapannya lebih merata baik itu di Jawa maupun luar Jawa bisa memiliki harga yang sama.

"Kami membahas juga tentang BBM satu harga," ucapnya.

Menurut Ifan, pada 2018 ada 67 lokasi yang akan dibangun SPBU baru oleh Pertamina untuk mendukung implementasi BBM satu harga. Pembangunan tersebut bahkan ditargetkan bisa rampung pada kuartal III di 2018.

"Di tahun 2018 ada 67 lokasi yang dibangun Pertamina, kita sudah sepakat bahwa ada 44 lokasi dari Pertamina akan sanggup 67 akan selesai dibangun bahkan dijadwalkan Kuartal III 2018 selesai," ucapnya.

Kementerian ESDM Rumuskan Aturan Sebelum Naikkan Harga BBM Nonsubsidi

Selain itu dalam rapat tersebut juga, dibahas mengenai wacana penerapan IT pada setiap nozzel di SPBU milik pertamina. Sehingga diharapkan kecurangan-kecurangan terhadap penyaluran BBM subsidi bisa lebih tepat sasaran lagi.

Tak hanya itu, rapat koordinasi itu juga membahas mengenai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) atau Premium di wilayah Jawa Madura Bali (Jamali). Pada pembahasan kali ini, BPH Migas diminta untuk menjamin ketersediaan BBM jenis premium di wilayah Jamali.

"Kita juga membahas mengenai penerapan nozzel di SPBU milik Pertamina. Dan juga membahas mengenai wacana JBKP di Jamali," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini