Image

Antisipasi Kecurangan, Pertamina Akan Pasang IT di Nozzle SPBU

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 20:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 16 320 1899163 antisipasi-kecurangan-pertamina-akan-pasang-it-di-nozzle-spbu-8NdRWqk3sZ.jpeg BPH Migas (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah tengah menyiapkan Infrastruktur IT untuk dipasang di seluruh SPBU di Indonesia. Nantinya Pertamina yang akan mengkoordinir pemasangan infrastruktur IT itu pada nozzle-nozzle yang ada di SPBU.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Fanshrullah Asa mengatakan, dipasangnya infrastruktur IT tersebut bertujuan guna menghindari praktik kecurangan-kecurangan yang bisa merugikan masyarakat. Apalagi dalam beberapa waktu belakangan masih ditemukan kecurangan oleh SPBU-SPBU ketika masyarakat sedang mengisi Bahan Bakar untuk kendaraannya.

Khususnya pada penyaluran BBM subsidi seperti Premium dan Solar. Masih ditemukan sekali banyak kecurangan dalam hal pengisiannya.

"Urgensinya itu untuk tepat sasaran, tepat volume dan juga tepat guna. Terutama BBM Subsidi," ujarnya saat ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Kementerian ESDM Rumuskan Aturan Sebelum Naikkan Harga BBM Nonsubsidi

Menurut Ifan, kecurangan bisa di minimalisir karena Infrastruktur IT tersebut terhubung langsung kepada BPH Migas. Sehingga BPH Migas bisa mengawasi sekitar 7.495 SPBU dalam hal penyalurannya.

"SPBU 7.495, BPH enggak mampu mengecek satu satu di setiap nozzle. Dulu saja kita cuma ngecek 256 SPBU ada temuan selisih makanya kita minta pakai IT. Jadi di setiap Nozzle dipasang IT yang bisa connect langsung ke BPH Migas," jelasnya.

Menurut Ifan, infrastruktur IT akan segera dijalankan dan dilakukan secara bertahap. Apalagi, Pertamina sebagai penanggung jawab sudah menyanggupi rencana tersebut dan berkomitmen untuk segera melaksanakan wacana tersebut agar penyaluran bisa lebih tepat sasaran.

"Itu kesepakatan tiga Menteri pada 8 Maret. Ada Menteri ESDM (Ignasius Jonan), Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati), Menteri BUMN (Rini Soemarno). Saya ada disana saat itu. Pertamina sekarang sanggupi. Jadi kita komit dulu, investasi nanti. Ga mau ulangi kegagalan RFID," jelasnya.

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Dilakukan guna Menyesuaikan Harga Minyak Dunia

Sementara itu, PLT Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyambut baik upaya pemasangan infrastruktur IT pada nozzle di setiap SPBU. Hal tersebut agar penyaluran BBM Subsidi bisa tepat sasaran.

"Ini perlu karena tugas kami salurkan BBM ke seluruh Indonesia. Perlu untuk verifikasi data untuk subsidi dengan pemerintah. Jadi ke urutan ini kami sepakat bahwa Pertamina bangun sistem'," jelasnya.

Mengenai nilai investasinya, Nicke menyebut jika saat ini sedang dalam tahap penghitungan oleh tim. Dirinya juga menyebut tidak menutup kemungkinan untuk menggandeng pihak lain yang berkompeten di bidang IT baik itu swasta maupun Badan Usaha Milik Negara.

"Akan bangun Working Group WSsD, Pertamina dan BPH Migas. Implementasinya gimana? Bisa gandeng BUMN lain sinergi yang punya kompetensi dan pengalaman bangun sistem JT yang masif," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini