nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Realisasi KUR Sektor Produktif Capai 39%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 21:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 16 320 1899182 realisasi-kur-sektor-produktif-capai-39-pvUlkFL5rh.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menyatakan, realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di sektor produktif per April 2018 sudah mencapai 39%.

Tahun ini pemerintah memprioritaskan saluran KUR untuk sektor produktif yakni sekitar 50% dari porsi target KUR sebesar Rp120 triliun. Persentase ini meningkat dari tahun lalu yang sebesar 40%.

"Sudah mendekati, kira-kira sampai 39% (yang ke sektor produktif)," ujar dia di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh 8 Persen

Dia menyatakan, untuk bisa mencapai target yang ditetapkan pihaknya telah meminta bank berplat merah yakni BRI, BNI, dan Mandiri untuk lebih meningkatkan saluran kredit ke sektor produktif.

Dia pun menyatakan, insentif yang diberikan pemerintah dengan penurunan suku bunga KUR dari 9% menjadi 7% di tahun ini sudah cukup. Sehingga, tak perlu lagi dilakukan penurunan suku bunga KUR.

"Tidak ada lagi (penurunan suku bunga KUR), kami kan sudah berikan subsidi bunga 7%," tegasnya.

Pelunasan selisih subsisi 2% yang harus dibayarkan pemerintah kepada perbankan, lanjutnya, sedang dalam proses dan akan segera diselesaikan. Pembayaran akan dilakukan jika data dalam Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) sudah lengkap dan tervalidasi.

Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh 8 Persen

"Kami akan undang BRI BNI Mandiri, terutama BRI kan bagiannya sudah dilaporkan, kalau sudah semua ya nanti kami bayar (selisih subsidi bunga). Dalam waktu dekat ini, kan sedang proses," kata dia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, saluran KUR di sektor produktif yang mencapai 39% menunjukkan cukup baik. "Empat bulan mencapai 39% dari target tahunan, berarti bisa-bisa lebih dari plafonnya (50% dalam tahun ini)," kata Darmin di kantornya.

Dia menyatakan, untuk tahun depan Darmin pun akan memberikan target yang lebih tinggi kepada perbankan untuk bisa menyalurkan KUR ke sektor produktif. "Karena saya minta kalau tahun lalu 40% harus untuk produksi, tahun ini 50%. Nanti tahun depan kita naikan lagi," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini