nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Diprediksi Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,5%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 09:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 17 20 1899290 bi-diprediksi-naikkan-suku-bunga-acuan-jadi-4-5-pqcJAbRuFM.jpg Foto: BI Naikkan Suku Bunga Acuan? (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diyakini akan menaikkan suku bunga acuannya atau BI-7 Days Reverse Repo Rate (7-Days Repo Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 4,5% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 16 Mei-17 Mei 2018 ini.

Hal ini didorong kebutuhan Bank Sentral untuk memberi sentimen positif guna menstabilkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Pasalnya Rupiah terus tertekan dalam beberapa pekan terakhir hingga menyentuh level Rp14.000 per USD.

"Pendorongnya adalah BI perlu melakukan kebijakan pre emptive untuk menstabilkan Rupiah," ujar Ekonom Senior Bank mandiri Andry Asmoro kepada Okezone.

 Kartu Berlogo GPN Terobosan Hilangkan Fragmentasi Layanan Perbankan Retail

Menurutnya, kenaikan suku bunga acuan membutuhkan 50 bps untuk meyakinkan pasar. Oleh sebab itu, pengetatan moneter ini harusnya berlanjut menjadi 50 bps pada tahun ini.

"BI akan melihat respon pasar dulu dan kemudian baru menaikkan lagi 25 bps," katanya.

Senada, Pengamat Ekonomi Asian Development Bank (ADB) Institute Eric Sugandi juga memprediksi Bank Sentral akan mengakhiri tren menahan suku bunga acuannya. BI juga diyakini akan menaikkan suku bunga acuan ke level 4,5%.

"Ini untuk berikan sinyal ke pelaku pasar finansial dan investor portofolio bahwa BI bisa gunakan berbagai cara untuk pertahankan Rupiah dan hentikan outflows (arus keluar dana asing)," jelasnya.

 

Menurutnya kenaikan seharusnya mencapai 50 bps untuk menstabilkan Rupiah. Kendati demikian, pilihan 25 bps dilakukan BI untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Sebab kenaikan 25 bps takkan memberikan dampak negatif terlalu besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Kalau bisa 50 bps malah lebih baik, tapi mungkin BI concern juga dengan growth (pertumbuhan ekonomi)," pungkasnya.

Untuk diketahui, sejak awal 2016 hingga saat ini Bank Sentral telah menurunkan 7-Days Repo Rate secara bertahap hingga 200 basis points (bps). BI juga telah menahan suku bunga acuannya di level 4,25% terus-menerus sejak Oktober 2017 hingga April 2018, atau 7 bulan berturut-turut.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini