nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos BEI: BI Tak Perlu Naikkan Suku Bunga Acuan

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 12:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 17 20 1899352 bos-bei-bi-tak-perlu-naikkan-suku-bunga-acuan-P1Lo7chJpF.jpg Direktur Utama BEI Tito Sulistio. Foto: Okezone

JAKARTA - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menilai bahwa Bank Indonesia (BI) untuk saat ini sebaiknya menahan tingkat suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate. Adapun suku bunga acuan berada di posisi 4,25%.

"Kalau saya ditanya, saat ini saya pilih stay," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (16/5/2018).

Tito pun memaparkan alasannya. Menurutnya, bank sentral telah melewatkan momentum untuk menaikkan suku bunga acuan.

Sebab, suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve sudah mengalami kenaikan. Sebagaimana diketahui, dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) sebesar 25 basis poin. Dengan demikian, saat ini Fed Fund Rate berada pada kisaran 1,5% hingga 1,75%.

Kenaikan FFR ini pun direspons oleh beberapa negara, salah satunya Jepang. Di mana Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga menjadi 0,5% pada Februari 2018 lalu.

 Kartu Berlogo GPN Terobosan Hilangkan Fragmentasi Layanan Perbankan Retail

Tito menilai, dampak kenaikan FFR sudah terasa saat ini di pasar global termasuk Indonesia, sehingga BI dinilai telah kehilangan momentum untuk menaikkan suku bunganya.

"Detik ini dampaknya sudah ada dan mungkin jangan-jangan memberatkan kalau sekarang naik, karena kan efeknya banyak ke perusahaan, ke publik," kata dia.

Apabila alasan bank sentral adalah menjaga ketahanan Rupiah terhadap aliran dana keluar atau capital outflow, Tito juga menilai hal tersebut sudah terlambat. Sebab, nilai tukar Rupiah sudah melemah dalam beberapa pekan terakhir.

"Apakah kalau tujuannya hanya untuk menambah permintaan Rupiah supaya menguat saya rasa enggak lagi," tukas dia.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini