Image

Defisit APBN Rp55,1 Triliun, Sri Mulyani: Kita Jaga Secara Hati-Hati

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 13:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 17 20 1899374 defisit-apbn-rp55-1-triliun-sri-mulyani-kita-jaga-secara-hati-hati-N05MHowrhZ.jpg Foto: Sri Mulyani (Lidya/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis pelaksanaan APBN hingga akhir April 2018. Dari sisi realisasi asumsi makro, penerimaan dan belanja seluruhnya mengalami perbaikan.

Dengan capaian tersebut, terlihat ekonomi Indonesia semakin konsisten dengan mengecilnya defisit anggaran sampai akhir April 2018. Kemenkeu mencatat defisit sebesar Rp55,1 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, realisasi pelaksanaan APBN 2018 tentu mempengaruhi sisi penerimaan dan belanja negara. Sisi penerimana negara secara keseluruhan mengalami perbaikan signifikan baik sisi pendpatan, belanja maupun pembiayaan.

"Jadi keseluruhan APBN mengalami perbaikan. Ini juga terlihat dari defisit APBN tahun ini dibanding tahun lalu lebih kecil yaitu Rp55,1 triliun, tahun lalu kita mencapai Rp72,2 triliun. Secara nominal maupun persentase sangat lebih kecil 0,37% terhadap GDP, tahun lalu 0,53%," jelas Sri Mulyani dalam paparan APBN Kita, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

 

Menurut mantan Direktur Bank Dunia ini, dengan defisit lebih kecil, penerimaan negara lebih baik. Hal tersebut terlihat dengan capaian kesimbangan primer surplus Rp24,3 triliun, tahun lalu hanya Rp3,7 triliun.

"Terlihat APBN kita dari sisi defisit, realisasinya mengalami perbaikan yang sangat konsisten dan ini saya sampaikan menunjukan konsistensi pemerintah untuk jaga APBN secara hati-hati namun tetap efektif," ujarnya.

Berdasarkan data pelaksanaan APBN 2018 sampai akhir April tercatat, perpajakan sebesar Rp416,9 triliun, belanja kementerian dan lembaga (K/L) sebesar Rp165,9 triliun dan transfer ke daerah realisasinya sebesar Rp251,9 triliun.

 

Dengan capaian tersebut, Sri Mulyani mengatakan, bisa dilihat konsitensi pemerintah dalam mengelola APBN. Dengan hal ini bisa menjawab keraguan berbagai pihak utamanya terkait utang.

"Ini menunjukan konsistensi pemerintah triwulan kebijakan utang yang sering jadi sorotan berbagai pihak. Angka ini konsisten dan kelola keuangan dengan baik," tandasnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini