nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dolar AS Menguat Tipis di Tengah Melonjaknya Imbal Hasil Obligasi

ant, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 08:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 17 278 1899266 dolar-as-menguat-tipis-di-tengah-melonjaknya-imbal-hasil-obligasi-FUQjSdIPdh.jpg Ilustrasi: Dolar AS Menguat (Foto Shutterstock)

JAKARTA - Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena imbal hasil obligasi pemerintah AS mencapai tertinggi baru.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun mencapai rekor tertinggi baru di 3,1% pada Rabu 16 Mei 2018, mendukung selera terhadap mata uang.

Imbal hasil, sebuah barometer untuk suku bunga KPR (kredit pemilikan rumah) dan instrumen keuangan lainnya, baru-baru ini melonjak didorong tanda-tanda meningkatnya inflasi, yang memicu spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga yang lebih banyak tahun ini.

 Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Probabilitas bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga acuannya untuk keempat kalinya tahun ini meningkat di atas 50% untuk pertama kalinya, menurut alat pelacakan FedWatch CME untuk fed fund berjangka.

Para analis mencatat bahwa meningkatnya kekhawatiran geopolitik ditambah jatuhnya pasar saham, juga membuat latar belakang yang baik untuk mata uang safe haven.

Di sisi ekonomi, produksi industri AS naik 0,7% pada April, mengalahkan ekspektasi sebesar 0,6% , menurut statistik yang dirilis oleh Federal Reserve pada Rabu 16 Mei 2018.

Departemen Perdagangan AS melaporkan housing starts atau rumah yang baru dibangun, yang dimiliki secara pribadi pada April berada di tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 1,287 juta unit, lebih rendah dari ekspektasi pasar,

 

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,2% menjadi 93,407 di akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1802 dari USD1,1850 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3482 dari USD1,3510 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7515 dari USD0,7473.

Dolar AS dibeli 110,26 yen Jepang, lebih rendah dari 110,33 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0013 franc Swiss dari 1,0019 franc Swiss, dan jatuh ke 1,2791 dolar Kanada dari 1,2863 dolar Kanada.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini