Image

Rupiah Diperkirakan Berada di Rp13.800 pada Akhir Tahun

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 17:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 17 278 1899518 rupiah-diperkirakan-berada-di-rp13-800-pada-akhir-tahun-ji5TfgAlVa.jpeg Ekonom Bank Mandiri (Foto: Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan berada di posisi Rp13.800 per USD pada akhir tahun. Mata uang Garuda memang cukup tertekan dalam beberapa pekan terakhir akibat tekanan sentimen global hingga tembus Rp14.000.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Anton Gunawan mengatakan, pada akhir tahun Rupiah masih berpeluang menguat di bawah Rp14.000.

"Kita masih memperkirakan tidak akan langsung ke 15.000 kecuali ada kesalahan yang uncontrol. Rupiah akhir tahun kita lihat di Rp13.800," ujarnya di Acara Economic Outlook Bank Mandiri di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Jelang Akhir Tahun Rupiah Kembali Melemah

Dalam kesempatan yang sama, Chief of Economist Mandiri Sekuritas Leo Putra Rinaldy menjelaskan, penguatan Rupiah akan ditopang oleh beberapa faktor. Dia menyebut bahwa depresiasi Rupiah saat ini juga diakibatkan karena faktor musiman. Salah satunya adalah periode pembayaran dividen oleh perseroan, sehingga perseroan yang harus membayar dividen kepada dengan Dolar AS, turut menyumbang kelangkaan Dolar AS dalam pasar domestik.

Di samping itu, sentimen dari sektor riil juga turut mempengaruhi pelemahan Rupiah. Sebab, pada kuartal II ini juga bertepatan dengan datangnya Ramadan dan Lebaran yang turut mengerek impor produk-produk konsumsi.

Jelang Akhir Tahun Rupiah Kembali Melemah

Dengan berakhirnya, musim pembayaran dividen serta Ramadan dan Lebaran, Leo meyakini, Rupiah akan kembali membaik, tepatnya di semester II. Leo menyebut, sebagai stimulus untuk membangkitkan kembali Rupiah, maka Bank Indonesia (BI) juga perlu meningkatkan tingkat suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate. Suplemen-suplemen itulah yang akan membantu Rupiah untuk kembali ke Rp13.800 per USD.

"Kenaikan rate itu akan dilihat sebagai policy yang akan menstabilkan Rupiah karena seasonality-nya hilang. Impact dari kenaikan rate jadi kita melihat bahwa Rupiah bisa di bawah 14.000," tukas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini