nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Mandiri Turunkan Proyeksi IHSG dari 6.700 ke 6.325

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 21:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 17 278 1899616 bank-mandiri-turunkan-proyeksi-ihsg-dari-6-700-ke-6-325-7sAFVEqfRa.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Antara)

JAKARTA - Mandiri Sekuritas menurunkan prediksi level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari 6.700 ke 6.325 pada tahun ini. Hal tersebut setelah mempertimbangkan kinerja emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta kondisi pasar domestik dan global secara umum.

Head of equity research Mandiri Sekuritas Adrian Joezer menuturkan, pada kuartal I 2018 pertumbuhan laba bersih perusahaan menukik ke bawah, meskipun masih tercatat bertumbuh sebesar 7% di triwulan pertama tahun ini. Akan tetapi, pertumbuhan itu, dikatakan dia, agak di luar ekspektasi pasar. Sebagai perbandingan, pada kuartal IV 2017 laba bersih perusahaan masih bertumbuh 20%.

"Awalnya kan 6.700 kita turunkan ke 6325. Alasannya adalah karena kalau dilihat memang pertumbuhan laba ada revisi, kita jumlahkan pertumbuhan laba bersih jadi 11% kita juga ada revisi ke bawah 10% dibandingkan tahun lalu 20%," jelas dia di Plaza Mandiri, Kamis (17/5/2018).

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru dengan Ditutup Naik 33,70 Poin

Dia melanjutkan, pertumbuhan laba yang tidak sesuai dengan ekspektasi menyebabkan ada penyesuaian dari pasar. Investor mulai menata ulang investasi mereka di pasar modal. Adrian menuturkan, tidak agresifnya pertumbuhan laba disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan yang melambat.

Di sisi lain, kata dia, profit margin perusahaan turun karena ada peningkatan biaya operasional perusahaan, termasuk kenaikan harga minyak. Sebaliknya, daya beli masyarakat belum pulih seutuhnya sehingga tidak bisa mengimbangi pertumbuhan biaya operasional.

Dari data Mandiri Sekuritas, perusahaan yang sudah menyerahkan laporan keuangan di kuartal 1 - 2018 sebanyak 53% mencatatkan kinerja di bawah ekspektasi pasar. Jumlah ini bertambah, dibandingkan pada di kuartal IV 2017, di mana perusahaan yang mencatatkan kinerja di bawah ekspektasi pasar sebanyak 32%.

"Pertumbuhan laba bersih slow down lebih besar, jadi ada repricing dari investor global, sehingga penurunan indeks disebabkan investor asing yang keluar," paparnya.

IHSG Pagi Ini Dibuka Turun Tipis 0,02%

Dari analisis Mandiri Sekuritas, diketahui bahwa banyak perusahaan yang mencatat adanya peningkatan belanja modal, tetapi belum disertai dengan pertumbuhan pendapatan. Sebab, belanja modal tersebut banyak dialokasikan untuk investasi aset.

Akan tetapi, kinerja emiten mulai membaik saat ini bertepatan dengan momentum Ramadan, Lebaran, dan Pilkada yang diharapkan dapat menggairahkan konsumsi masyarakat.

"Saat ini sudah mulai ada perbaikan sedikit, mungkin jangka panjang karena ada Lebaran di Juni hampir berbarengan dengan Pilkada. Lalu, indikator lainnya impor sudah mulai positif terlihat dari penjualan yang juga sudah mulai positif di April," jelas dia.

Sekadar informasi, IHSG ditutup turun 25,54 poin atau 0,43% ke 5.814,92. Sempat menguat hingga sesi I, pasar saham Indonesia harus berakhir di zona merah.

IHSG Pagi Ini Dibuka Turun Tipis 0,02%

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini