nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Realisasi Pencairan Dana Desa Melambat, Ada yang Salah?

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 14:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 17 320 1899410 realisasi-pencairan-dana-desa-melambat-ada-yang-salah-m3RLIebvOI.jpg Foto: Pencairan Dana Desa (Okezone)

JAKARTA - Realisasi pencairan dana desa hingga April 2018 mencapai Rp14,3 triliun atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu Rp16,7 triliun.

Menurut Dirjen Perimbangan Keuangan Boediarso Teguh Widodo, sebenarnya realisasi pencairan hingga 16 Mei 2018 sudah bertambah, dari sebelumnya Rp14,2 triliun (akhir April) sekarang sudah Rp16,7 triliun.

Akan tetapi memang ada pencairan yang melambat dibandingkan tahun lalu. Ada beberapa faktor penyebab lambatnya penyalurannya dana desa dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Pertama itu banyak daerah belum memenuhi persyaratan yaitu penetapan tata cara pembagian dan penetapan rincian dana desa setiap desa. Untuk memperbaikinya, Kemenkeu pun sudah memanggil Bupati dan Wali Kota dari 434 ke Jakarta.

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Dalam pencairan dana desa ada beberapa tahap yang akan dilakukan. Misalnya, untuk tahap I pencairan dana desa sudah 100% tersalurkan sebesar Rp12 triliun. Sedangkan untuk tahap II target penyaluran sebesar Rp24 triliun dan sampai 16 Mei 2018 baru terealisasi Rp4,68 triliun atau 19,5%.

"Pencairan tahap I itu ke 7.458 desa, tahap II sampai 16 Mei Rp4,68 triliun meliputi 97 daerah di 14.773 desa. Kami optimis hingga akhir semester I yaitu Juni nanti pada saat kita laporkan semster I ke DPR paling tidak sudah 60% atau Rp36 triliun dari total pagu dana desa Rp60 triliun tersalurkan seluruhnya ke RKUD," jelasnya dalam paparan APBN Kita, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Sebenarnya, kata Boediarso, cepatnya pencairan dana desa tahap I sebesar Rp12 triliun karena ada pembatasan waktu. Di mana jika sampai minggu ketiga Juni dana desa tahap I belum juga dicairkan maka akan hangus anggarannya.

 

Begitu juga untuk tahap ke II sebesar Rp24 triliun dibeirkan batas pencaitan paling lambat minggu keempat Juni 2018. Sanksinya sama, jika tidak dicairkan maka hangus. "Nah dengan batas waktu ini maka daerah pasti akan mempercepat penyaluran," ujarnya.

Selain itu, lanjut Boediarso, lambatnya pencairan dana desa karena belum disesuaikannya peraturan desa dari RKUD ke Rekening Kas Desa (RKD).

"Penyesuaian terkait program padat tunai di desa, paling tidak 30% dana desa pembangunan sarana dan prasarana disalurkan khususnya upah," tandasnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini