nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sektor Jasa dan Perdagangan Paling Banyak Serap Tenaga Kerja Asing

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 18:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 17 320 1899561 sektor-jasa-dan-perdagangan-paling-banyak-serap-tenaga-kerja-asing-ILWj3vpVLD.jpeg Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. Foto: Giri/Okezone

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengakui jika Tenaga Kerja Asing (TKA) masih banyak membanjiri Indonesia. Hanya saja menurutnya, TKA yang masuk ke Indonesia, hampir kebanyakan tenaga kerja ahli.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, dari banyaknya TKA yang masuk, ada tiga sektor yang memiliki penyerapan TKA paling tinggi. Sektor pertama adalah sektor jasa dan perdagangan yang paling banyak menyerap TKA.

Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah TKA di sektor ini naik terus dalam periode 2013-2017. Pada 2013 penyerapan TKA di sektor ini mencapai 42.472 pekerja, 43.585 di tahun 2014, lalu 45.543 pekerja di 2015, kemudian 48.174 pada tahun 2016 dan 52.633 di tahun 2017.

Redbons Discussions: Satu Jam Bersama Menaker M. Hanif Dhakiri

Lalu kemudian ada sektor Industri yang juga mengalami kenaikan terus selama periode 2013-2017. Pada 2013 penyerapan TKA di sektor ini mencapai 25.005 pekerja, 27.056 di tahun 2014, lalu 29.110 pekerja di 2015, kemudian 29.409 pada tahun 2016 dan 30.625 di tahun 2017.

Lalu di tempat ketiga adalah sektor Pertanian dan Maritim dengan penyerapan TKA terbesar ketiga. Pada 2013 penyerapan TKA di sektor ini mencapai 2.643 pekerja, 2.983 di tahun 2014, lalu 2.496 pekerja di 2015, kemudian 2.792 pada tahun 2016 dan 2.716 di tahun 2017.

Jika ditotal maka jumlah serapan TKA dari tiga sektor itu selama 5 tahun terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 penyerapan TKA di tiga sektor ini mencapai 70.120 pekerja, 73.624 pekerja di tahun 2014, lalu 77.349 pekerja di 2015, kemudian 80.375 pekerja pada tahun 2016 dan 85.974 di tahun 2017.

Redbons Discussions: Satu Jam Bersama Menaker M. Hanif Dhakiri

"Sektor paling banyak industri, kedua jasa dan perdagangan, ketiga maritim. Angkanya ada semua," ujar Hanif saat ditemui di Kantor Kemenaker, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Meskipun cukup banyak lanjut Hanif, dirinya menyebut Indonesia tidak melarang Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk masuk ke Indonesia. Pasalnya, Indonesia masih sangat membutuhkan TKA untuk bisa menularkan ilmunya kepada tenaga kerja lokal.

Hanya saja lanjut Hanif, pemerintah lebih melakukan pengetatan pada pengawasannya. Sehingga diharapkan, Indonesia bisa benar benar hanya mendatangkan TKA legal yang benar benar dibutuhkan dan bisa mentransfer ilmunya kepada tenaga kerja lokal.

"Sebenarnya bukan meredam tapi ini justru dipakai sebagai instrumen untuk perkuat pengawasan karena rezim kita selama ini ribet di izin tapi lemah dikontrol. ini kita mau balik gimana kita bisa lebih simpel di izin tapi kuat di kontrol, pengawasan dan kita mau dorong ke sana," jelasnya.

 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini