nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Perpisahan, Gubernur BI Kisahkan Stabilitas Sistem Keuangan dalam Bentuk Buku

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 13:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 18 20 1899818 jelang-perpisahan-gubernur-bi-kisahkan-stabilitas-sistem-keuangan-dalam-bentuk-buku-IvsZl9FP2g.jpg Foto: Buku Stabilitas Sistem Keuangan (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meluncurkan buku berjudul Stabilitas Sistem Keuangan (KSK) ke-30. Bank Sentral meluncurkan buku ini setiap tahunnya untuk mengedepankan akuntabilitas dan transparansi tugas.

Peluncuran dilakukan langsung oleh Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung BI, Jakarta pada hari ini. Agus menjelaskan, dalam buku KSK tersebut diulas kondisi dan risiko di sistem keuangan serta faktor-faktor yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan secara menyeluruh dan kontingensif.

Beberapa di antaranya adalah pelaksanaan fungsi makroprudential, asesmen makroprudential, perkembangan perekonomian global dan domestik, faktor kerentanan dalam sistem keuangan, dan stabilitas sistem keuangan.

"Bank Indonesia akan optimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial dan pembayaran untuk jaga itu semua, kami pahami strategi yang ekfektif tidak lepas dari koordinasi dan harmonisasi lintas lembaga dan berkesinambungan," ujar Agus dalam sambutannya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

 

Agus menjelaskan, perekonomian Indonesia dalam kondisi yang baik dan memiliki pertumbuhan yang secara konsisten, namun kondisi dinamika ekonomi dunia ternyata lebih besar.

Pertumbuhan ekonomi dunia menunjukkan perbaikan dari 3,9% dari sebelumnya diprediksi 3,8%, hal ini disumbang terbesar dari pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Pada 2017 AS tumbuh 2,3%, di 20118 diperkirakan tumbuh mencapai 2,8%.

"Kondisi memang sudah jadi lebih dinamis khususnya ketika USD meningkat tajam, dan USD juga meningkatkan tajam," katanya.

Hal ini membuat terjadinya rebalancing likuiditas global yang cenderung bersifat permanen. "Aliran negara berkembang ke negara maju memang harus diantisipasi," kata dia.

 

Saat ini, BI pun memutuskan untuk menaikkan suku bunga menjadi 4,5%. Menurutnya, kebijakan menaikkan 25 bps tersebut ditempuh sebagai bagian bauran kebijakan BI untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

"Bauran kebijakan kita yakini konsisten untuk jaga makro ekonomi dan sistem keuangan Indonesia. Insyaallah Indonesia akan terus dijaga oleh otoritas terkait untuk sistem keuangan dan perekonomian dalam keadaan," jelasnya.

Dalam rangkaian acara peluncuran KSK, juga diadakan seminar dan diskusi bertema Tantangan Stabilitas Sistem Keuangan di Tengah Ketidakpastian Perkembangan Global dan Domestik. Seminar ini menghadirkan pembicara antara lain Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto, Dewan Komisioner OJK Heru Kristiyana, dan Pengamat Ekonomi Michael Tjoajadi.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini