nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Marak Teror Bom, IMF Yakin Pertemuan Tahunan di Bali Berjalan Sukses

ant, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 15:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 18 20 1899880 marak-teror-bom-imf-yakin-pertemuan-tahunan-di-bali-berjalan-sukses-eSgluaFJDF.jpg IMF (Foto: Reuters)

JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) meyakini Pertemuan Tahunan IMF-WB di Bali pada Oktober 2018 akan tetap berjalan dengan sukses, meski Indonesia sempat diguncang oleh aksi teror bom.

"Koordinasi telah berjalan dengan baik dan kami percaya akan mempunyai pertemuan tahunan yang sukses di Oktober nanti," kata Director Communications Department IMF Gerry Rice dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Rice memastikan IMF terus berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia untuk menjamin keselamatan maupun keamanan peserta pertemuan tahunan. Dia meyakini pertemuan tahunan tersebut akan berjalan dengan sukses berkat dukungan panitia maupun pihak berwenang di Indonesia.

Bos IMF Bahas Masalah Perekonomian Indonesia pada Kuliah Umum di UGM Yogyakarta

"Pihak berwenang di Indonesia sudah membuat upaya yang luar biasa untuk memastikan kesuksesan acara dan kami akan terus berkomunikasi," kata Rice.

Dalam kesempatan ini, IMF juga mengucapkan simpati dan bela sungkawa kepada keluarga yang menjadi korban dari aksi teror bom di Surabaya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan persiapan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank akan terus dilakukan meski sempat terjadi aksi teror bom di Surabaya.

Menkeu Sri Mulyani: Kinerja APBN 2018 Alami Perbaikan

Dia menjelaskan saat ini koordinasi terkait keamanan telah dilakukan antara pemerintah dengan TNI maupun Polri agar pertemuan yang berlangsung di Bali ini tidak mengalami gangguan aksi maupun serangan teror. Sri Mulyani juga akan terus berkoordinasi dengan panitia penyelenggara di AS agar pertemuan yang menurut rencana dihadiri sebanyak 15.000 peserta dari berbagai negara ini bisa berjalan dengan baik.

"Serangan teroris terjadi di berbagai negara juga, mereka pasti akan melakukan evaluasi karakter serangan seperti apa, bagaimana bentuk ancamannya dan bagaimana mitigasinya," ujarnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini