nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Libur Pasar Saham 11-19 Juni, Rabu 20 Juni Mulai Buka

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 11:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 18 278 1899767 libur-pasar-saham-11-19-juni-rabu-20-juni-mulai-buka-0M4AZwUibm.jpg Foto: Bursa Efek Indonesia (Okezone)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan hari libur cuti bersama Lebaran 2018 sebagai tindak lanjut dari SKB 3 Menteri Tentang Cuti Bersama Idul Fitri 1439 H.

Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (18/5/2018), merujuk kepada poin keempat dalam Penjelasan Tindak Lanjut SKB 3 Menteri Tentang Cuti Bersama Idul Fitri 1439 H, disebutkan bahwa bahwa transaksi pasar modal akan dibuka pada tanggal 20 Juni 2018.

Oleh karena itu, maka tanggal 20 Juni 2018 ditetapkan sebagai Hari Bursa.

Pembukaan Perdagangan Saham Awal Pekan IHSG Alami Pelemahan 0,27 Poin

Surat pengumuman tersebut telah ditandatangani oleh Direktur Utama BEI Tito Sulistio dan Direktur Pengaturan dan Perdagangan Anggota BEI Alpino Kianjaya.

Dengan demikian, maka hari libur cuti bersama jatuh pada tanggal 11, 12, 13, 14, 15, 18, dan 19 Juni 2018.

Sebelumnya, Direktur Bursa Efek Indonesia Tito Sulisto mengatakan, investor asing sempat mengeluh kepadanya terkait panjangnya libur. Sebab, investasi mereka di pasar modal Indonesia terpaksa ikut libur. Tito mengaku banyak mendapatkan pertanyaan terutama investor mancanegara mengenai “ wajib libur” yang membuat bursa efek harus tutup hampir dua minggu penuh.

"Saat ini mata uang Indonesia sedang cukup volatile bergerak, tingkat bunga juga sedang berpotensi merangkak keatas. Jadi bayangkan jika Anda punya investasi di negara yang jauh dari Anda tinggal, mendengar mata uangnya bergejolak, lalu bursanya mau tutup 2 minggu, apa yang Anda akan lakukan ke investasi anda? " ujarnya kepada wartawan melalui pesan singkat WhatssApp di Jakarta, Selasa (1/5/2018).

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru dengan Ditutup Naik 33,70 Poin

Tito menilai, kebijaksanaan ini sifatnya mendadak. Padahal, hari tutup perdagangan saham di dunia, selayaknya ditentukan minimal setahun sebelumnya, karena menyangkut rencana investasi besar.

"Di beberapa negara, ada perdagangan derivatif yang bahkan sudah buka 24 jam," ungkap Tito.

Tito melanjutkan, cuti adalah hak individu. Dia mengkhawatirkan dengan adanya "pemaksaan cuti" akan menekan penghasilan buruh harian yang biasanya justru mendapat “ekstra” uang lebaran pada seminggu terakhir kerja.

"Kasihan para pedagang makanan di sekitar perkantoran yang terpaksa harus ikut tutup. Teman teman yang penginnya libur waktu Natal akhir tahun, juga terpaksa liburnya dimajukan," imbuh dia.


(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini