nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah Anjlok Pasca-BI Naikkan Suku Bunga, Begini Jawaban Sri Mulyani

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 13:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 18 278 1899813 rupiah-anjlok-pasca-bi-naikkan-suku-bunga-begini-jawaban-sri-mulyani-kGKPhW0Ojm.jpg Foto: Sri Mulyani Menjawab Rupiah Anjlok (Okezone)

JAKARTA - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 4,5% belum berdampak apapun pada nilai tukar Rupiah. Malah mata uang Garuda terus melemah di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada level Rp14.100 per USD.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai, pemerintah dan BI terus mencermati perkembangan yang terjadi dengan mata uang dolar Amerika Serikat. Pasalnya arah normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat yang mendorong kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve.

"Kita bersama BI terus cermati terutama yang memang akan terus mengalami pergerakan di dalam konteks normalisasi kebijakan di Amerika," tuturnya, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

 

Dia melanjutkan, pemerintah dalam hal ini akan terus menjaga pondasi ekonomi Indonesia baik dari sisi APBN. Di mana hasil kinerja sampai pertengahan Mei menunjukan APBN baik dari sisi pendapatan, perpajakan dan PNBP meningkat sangat signifikan serta belanja negara tetap terjaga dan defisit terus dijaga sesuai UU APBN.

Dalam artian itu, lanjut mantan Direktur Bank Dunia, maka Indonesia bisa memberikan kepastian kepada masyarakat dan dunia dengan ekonomi yang kuat. Di sisi lain, tentu BI juga telah memiliki bauran kebijakan yang telah disiapkan untuk menjaga stabilitas.

"Jadi kami bersama-sama akan menjaga perekonomian Indonesia karena ketidakpastian berasal dari policy berasal dari Amerika baik itu ekonomi maupun di bidang geopolitik pasti mempengaruhi harga minyak, suku bunga global, maupun mata uang," tuturnya.

 Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Menurutnya, penguatan dolar AS tidak akan selalu menguat. Hanya saja kapan waktunya sulit untuk diprediksi.

Oleh karena itu, pemerintah dan BI komparasi membuat posisi perekonomian dan Rupiah terus kompetitif sehingga masyarakat, dunia usaha bisa melakukan aktivitas dan melakukan adjustment namun tidak terjadi apa yang disebut disrupsi atau dalam hal ini suatu gejolak. "Itu yang kita lakukan," tandasnya.

Asal tahu saja, nilai tukar Rupiah pagi ini kembali menembus level Rp14.100 per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Jumat (18/5/2018), Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 47 poin atau 0,33% ke level Rp14.104 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.053-Rp14.104 per USD.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini