Image

Marak Aksi Teror, Asuransi Terorisme Diprediksi 'Meledak'

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 12:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 18 320 1899735 marak-aksi-teror-asuransi-terorisme-diprediksi-meledak-wFuSztUaLR.jpg Ilustrasi: Asuransi Terorisme (Foto Reuters)

JAKARTA – Merebaknya kasus terorisme dan momen pilkada dan pemilu diyakini akan meningkatkan premi asuransi terorisme dan sabotase. Konsorsium Pengembangan Industri Asuransi Indonesia Terorisme-Sabotase atau KPIAI-TS diperkirakan akan mencatatkan peningkatan premi akibat banyaknya agenda politik hingga 2019.

Ketua Dewan Pengurus KPIAI-TS sekaligus Direktur Utama PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) Robby Loho mengatakan, produk ini bersifat musiman yang laris apabila ada momen khusus seperti saat ini.

Dampaknya ada pada penetapan tarif premi yang cenderung menurun setiap tahunnya. Penurunan tarif mencapai 15%-20% setiap tahunnya untuk produk yang termasuk dalam perusahaan konsorsium.

“Banyak yang komplain tarif di konsorsium itu ketinggian, sedangkan produk di luar konsorsium itu kemurahan. Jadi konsorsium sedang mengkaji untuk harga yang lebih terjangkau,” ujar Robby di Jakarta.

 Densus 88 Berhasil Amankan Bahan Peledak dari Rumah Terduga Teroris Bom Polrestabes Surabaya

Dia mengatakan, tarif yang baru disesuaikan lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Hal ini diperkirakan permintaan akan turun, tapi justru ternyata permin taannya tinggi sehingga perubahan harga belum dilakukan.

Dia mengatakan, pemasaran produk ini memang sangat bergantung pada risiko yang terjadi. Menurut dia, adanya agenda pemilihan umum untuk kepala daerah dan pemilihan umum presiden pada tahun depan akan meningkatkan pemasaran produk tersebut.

Selain itu, lanjut dia, mening katnya peristiwa dari tindak terorisme dan sabotase akhir-akhir ini akan meningkat kan kewaspadaan pemilik properti, khususnya high rise building. “Memang kebiasaan, kalau lagi tidak ada kejadian, cepat lupa. Nanti kalau ada kejadian, baru ingat lagi,” ungkapnya.

 Pasca Serangan Bom, Mapolrestabes Surabaya Perketat Penjagaan

Dia mengatakan, produk asu ransi terorisme dan sabotase ini merupakan tambahan dari produk asuransi properti. Produk ini, memberikan proteksi tertanggung dari risiko kerusakan properti akibat aksi terorisme dan sabotase. Selain itu, dia mengatakan saat ini produk ini telah diperluas dengan risiko atas kerugian finansial atau lost of profit (LoP).

“Misalnya, pengelola hotel karena peristiwa terorisme mesti ber henti beroperasi. LoP menanggung kerugian akibat itu,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan kinerja Marein yang optimistis bisa melanjutkan laju bisnis yang positif pada tahun ini. Pihaknya me nargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2018 ini.

Direktur Marein Yanto Wibisono mengatakan, sepanjang tahun lalu, perseroan mencatatkan premi bruto sebesar Rp1,8 triliun. Angka ini lebih tinggi 24,4% dari raihan tahun sebelumnya yang sebanyak Rp1,45 triliun. Sementara tahun ini, per seroan mengejar pertumbuhan premi sekitar 27,7% dari realisasi 2017. (Hafid Fuad)

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini