nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemkab Tabanan Bahas Pengembangan Kawasan Nikosake, Libatkan 50 Ahli

Nurul Hikmah, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 11:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 18 320 1899758 pemkab-tabanan-bahas-pengembangan-kawasan-nikosake-libatkan-50-ahli-iBtkpXQVPI.jpg Foto: FGD Bahas Pengembangan Kawasan Nikosake (Nurul/Okezone)

TABANAN - Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan menggandeng 50 orang ahli di bidangnya masing-masing.

50 orang ahli ini yang terdiri dari perwakilan OPD terkait di Lingkungan Pemkab Tabanan dan perwakilan 5 Desa di Kawasan Nikosake (Nira, Kopi, Salak, Kelapa), Kamis 17 Mei 2018.

Kegiatan yang digelar di Karunia Village Restaurant, Desa Beraban, Kediri tersebut dipimpin secara langsung oleh Kepala Bappelitbang Kabupaten Tabanan Ida Bagus Wiratmaja.

Hadir juga saat itu Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Ketut Boping Suryadi dan Direktur Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) I Putu Sugi Darmawan.

FGD ini digelar dengan tujuan untuk mendetailkan serta menindaklanjuti Pengembangan Agribisnis Berbasis Kearifan Lokal dan Pariwisata di Kawasan Nikosake.

Kawasan tersebut meliputi 5 Desa di Kabupaten Tabanan, yakni 3 Desa di Kecamatan Pupuan, yaitu Desa Belimbing, Sanda dan Munduktemu, serta 2 Desa di Selemadeg Barat, yakni Desa Wanagiri dan Desa Lumbung Kauh.

Kelima Desa tersebut memiliki potensi-potensi yang sangat unik, seperti Munduktemu dengan julukan Negeri di Atas Awan, Sanda kalau malam dipenuhi Ribuan Kunang-Kunang dan Wanagiri sebagai Desa Hujan dengan Pemandangan yang Bagus.

Dengan adanya FGD ini, diharapkan bisa menggali seluruh potensi-potensi yang ada di 5 Desa di Kawasan Nikosake tersebut.

“Nantinya, bukan hanya produk lokal yang dihasilkan warga saja yang akan dijual, tetapi kita nantinya agar bisa menunjukkan aktifitas produksinya. Seperti membuat nira atau membuat kopi, kita harus bisa jual itu, pertontonkan itu, sehingga wisatawan yang datang ke sana, bukan hanya disuguhkan produk lokal dan pemandangan alam tapi juga disuguhkan aktifitas produksi sesuai dengan kearifan lokal setempat," terang IB Wiratmaja.

Di samping itu, dengan berkembangnya kawasan Nikosake tersebut sudah tentu akan menguntungkan semua pihak. Bukan saja 5 desa di kawasan tersebut, Dirinya juga mengatakan bahwa dengan bergeraknya roda perekonomian di sana sudah tentu akan berdampak besar bagi desa lain di kawasan tersebut, Perusahaan Daerah dan tentunya menunjang PAD Kabupaten.

“Nikosake ini seperti kita sampaiakan kita memborbadir program, tidak melulu tentang 5 Desa di Kawasan tersebut tetapi sebagian Desa tetangga di sekitarnya juga akan kena dampak. Artinya kita mau menyelesaikan kawasan ini semua. Caranya tidak bisa melulu APBD, makanya kita bekerjasama dengan Pemerintah Kanada. Dan ini merupakan kawasan KPPN dan wajib diberikan pendanaan dari pusat”, jelasnya.

“Ibarat membangun rumah, jangan ada satu-pun item yang tertinggal. Misalkan Sanda, membangun apa? dan semua itu harus ada desain yang jelas, dan harus dikawal bersama. Semua program, semua produk harus didesain dengan bagus, memiliki tujuan dan strategi-strategi sebagai penunjang tujuan tersebut. Tiang mohon, diskusi ini dimanfaatkan dengan baik. Semua yang tertulis hari ini akan menjadi action plan dan sekecil-kecilnya harus dicatat," tutupnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini