nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kementerian PUPR: 174 Jembatan dan 18 Flyover Dibangun Tahun Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 13:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 18 320 1899828 kementerian-pupr-174-jembatan-dan-18-flyover-dibangun-tahun-ini-rBQH2SoL3q.jpg Foto: Pembangunan Jembatan dan Flyover (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan bisa membangun 174 jembatan dengan total panjang 13.639 di tahun 2018 ini. Selain jembatan, tahun ini Kementerian PUPR juga menargetkan bisa membangun 18 underpass dan flyover dengan total panjang atau 2.691 meter.

Sebelumnya dalam periode tiga tahun atau 2014-2017, Kementerian PUPR telah membangun sebanyak 356 buah jembatan di berbagai wilayah Indonesia dengan total panjang atau 22.809 meter. Sementara untuk flyover dan underpass, pemerintah sudah membangun kurang lebih 49 underpass dan flyover dengan total panjang 11.325 meter dalam periode 2015-2017.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono mengatakan, pembangunan jembatan hingga flyover sangat penting dilakukan. Karena selain jalan tol, pembangunan jembatan dan underpass juga untuk mengurai kemacetan sekaligus penghubung dari daerah satu daerah lainnya.

“Kehadiran infrastruktur jembatan, flyover dan underpass disamping memperlancar arus lalu lintas juga perlu dibuat indah dengan memasukan elemen budaya lokal sehingga bisa menjadi kebanggaan masyarakat dan menambah estetika kota,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Okezone, Jumat (18/5/2018).

 Melihat dari Udara Pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Yamdena dengan Pulau Larat

Salah satu contoh jembatan yang telah selesai dan bisa menjadi pengurai kemacetan adalah Jembatan Merah Putih yang kini menjadi ikon baru pariwisata Kota Ambon, Maluku berdiri megah membentang di atas Teluk Dalam Pulau Ambon. Jembatan ini menghubungkan Desa Rumah Tiga, Kecamatan Sirimau di sisi utara dan Desa Hatige Kecil/Galala, Kecamatan Teluk Ambon di sisi selatan.

Jembatan yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 4 April 2016 mempersingkat jarak dan waktu tempuh dari Kota Ambon menuju Bandara Pattimura dan sebaliknya. Biaya pembangunan Jembatan Merah Putih sebesar Rp 772,9 miliar.

 PKL Gelar Lapak di Tepi Flyover Kelok Sembilan Bakal Ditindak Tegas Pemprov Sulbar

Jembatan lainnya yang menjadi ikon dan signifikan meningkatkan konektivitas antar wilayah adalah Jembatan Tayan. Jembatan sepanjang 1.440 meter melintasi Sungai Kapuas di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Jembatan ini diresmikan Presiden Jokowi pada 22 Maret 2016 dan menghubungkan ruas jalan lintas selatan Kalimantan yang sebelumnya belum tersambung, di mana warga harus naik kapal untuk menyeberangi Sungai Kapuas dengan tarif sebesar Rp200 ribu per penyeberangan. Dengan arsitektur yang indah ditambah lampu, jembatan ini menjadi primadona wisata baru di Kalimantan Barat. Adapun biaya pembangunan jembatan sebesar Rp740 miliar.

Jembatan lainnya yang telah rampung yakni Jembatan Grindulu di Pacitan, Jembatan Petuk di Kupang, Jembatan Soekarno di Manado. Sedangkan ditargetkan rampung tahun 2018 yakni Jembatan Siak 2 di Pekanbaru, Jembatan Musi IV di Palembang, Jembatan Wear Arafura di Pulau Yamdena, Maluku, Jembatan Holtekamp di Jayapura dan Jembatan Landak di Pontianak. Untuk Jembatan Pulau Balang di Kalimantan Timur dan Jembatan Teluk Kendari di Sulawesi Tenggara ditargetkan selesai tahun 2019.

Sementara untuk flyover (FO) yang akan diresmikan tahun 2018 yakni FO Simpang Surabaya sepanjang 900 meter di Kota Banda Aceh, serta dua FO di Kota Palembang yakni FO Keramasan sepanjang 650 meter dan FO Simpang Bandara Tanjung Api-Api sepanjang 460 meter ditargetkan bisa diresmikan sebelum Asian Games XVIII sehingga mendukung kelancaran lalu lintas.

Underpass yang tengah dikerjakan Kementerian PUPR adalah Underpass Ngurah Rai di Denpasar sepanjang 543 meter. Pembangunan underpass bertujuan mengurangi kemacetan di Simpang Tugu Ngurah Rai sekaligus mendukung Denpasar sebagai tuan rumah pertemuan IMF-World Bank pada Bulan Oktober 2018. Dalam acara tersebut akan hadir sekitar 15.000 peserta yang membutuhkan kemudahan pergerakan dari satu titik ke titik lainnya. Progres konstruksinya sudah 57,31% dan ditargetkan selesai Agustus 2018 dengan biaya pembangunannya sebesar Rp 168,3 miliar.

Sementara underpass yang telah selesai dibangun di antaranya Underpass Simpang Mandai di Kota Makassar yang dibuka penggunaanya pada 18 Juni 2017. Underpass ini bermanfaat mengurangi kemacetan dengan memisahkan lalu lintas regional Makasar-Maros-Pare-Pare dengan lalu lintas yang keluar masuk Bandara Sultan Hassanudin.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini