nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mentan: Pasokan Ditambah 20%, Harga Pangan Harusnya Lebih Murah

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 17:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 18 320 1899940 mentan-pasokan-ditambah-20-harga-pangan-harusnya-lebih-murah-zeOSFzERV3.jpeg Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Okezone)

JAKARTA – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, harga komoditas pangan strategis selama periode Ramadan seharusnya tidak mengalami kenaikan. Sebaliknya harga bahan pokok justru bisa lebih rendah dari harga sehari-hari.

Sebab, kata dia, pemerintah telah menambah ketersediaan bahan pangan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi. Persiapannya pun sudah jauh-jauh hari dilakukan, bahkan sejak dua bulan sebelum Ramadan.

“Justru harusnya lebih rendah harganya karena kita sudah siapkan volume komoditas strategis di atas 20% dari hari biasanya,” ujarnya di Toko Tani Indonesia (TTI) Center, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Inflasi 2017 Tercatat 3,61%, Dianggap Masih Aman

Di samping itu, Amran menyatakan Indonesia telah mengekspor komoditas pangan seperti jagung, bawang merah, dan telur ayam. Artinya, ada kelebihan pasokan dalam negeri. Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat tidak khawatir akan terjadi kelangkaan bahan pangan yang cenderung mengerek harga.

“Tidak usah ragu dengan stok yang kita persiapan, saya pastikan lebih dari cukup,” tegas Amran.

Baru saja, Menteri Amran melakukan inspeksi pada Toko Tani Indonesia (TTI) Center. Dari tinjauan tersebut, Amran menyimpulkan bahwa harga komoditas strategis masih dalam posisi normal.

Adapun harga bawang sebesar Rp15.000 per kilogram, harga daging ayam sebesar Rp32.000, sementara telur dijual Rp22.000 per kilogram.

Inflasi 2017 Tercatat 3,61%, Dianggap Masih Aman

Menteri Amran mengatakan akan memaksimalkan peran TTI selama Ramadan untuk menjaga distribusi dan harga bahan pangan. Saat ini, jumlah TTI mencapai 3.000 serta tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

Hadirnya TTI, dikatakan Menteri Amran dapat memotong rantai pasok bahan pangan menjadi tiga jalur dari sebelumnya hingga sembilan jalur. Sebab, petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dapat memasok komoditas pangan kepada TTI, yang selanjutnya langsung dijual ke tangan konsumen tanpa melalui pihak-pihak lain.

Dalam perkembangannya, Kementerian Pertanian telah menyediakan sistem penjualan elektronik untuk TTI. Sayangnya sistem tersebut baru bisa diaplikasikan di TTI wilayah Jabodetabek.

Menteri Amran menilai, dengan integrasi data dari TTI, bisa mempercepat distribusi. Di samping itu pihaknya juga bisa memetakan distribusi bahan pangan, termasuk identifikasi titik yang mengalami kekurangan ketersediaan.

“Kami akan perluas sampai tingkat kabupaten melalui sinergi dengan BUMN. Kami sudah komunikasikan dengan Menteri BUMN dan Bulog,” tukas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini