Image

Mentan Ancam Oknum yang Berani 'Mainkan' Harga Pangan

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 17:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 18 320 1899957 mentan-ancam-oknum-yang-berani-mainkan-harga-pangan-Pgb017Z8be.jpeg Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Ulfa/Okezone)

JAKARTA – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengancam oknum-oknum nakal yang berupaya menaikkan harga bahan pangan di bulan Ramadan. Apabila terbukti pihak tersebut memiliki izin sebagai importir komoditas pangan, dia memastikan akan mencabut izin impornya.

“Ini tegas ya, kan Ramadan. Kalau dia ada hubungannya dengan impor daging, saya pastikan akan cabut izinnya dan tidak kita beri lagi rekomendasi,” ujarnya di Toko Tani Indonesia (TTI) Center, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Hal serupa, akan diterapkan untuk bahan pangan lainnya. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadan hingga Hari Raya.

Inflasi 2017 Tercatat 3,61%, Dianggap Masih Aman

“Termasuk bawang putih, bawang putih pernah naik, kami panggil semua. Kalau ini coba coba naik kami tidak beri rekomendasi. Kami cabut izinnya enggak boleh bisnis lagi bawang putih,” kata dia.

Guna menjaga harga pangan, Menteri Amran menuturkan pihaknya akan selalu bekerjasama dengan satuan tugas (satgas) pangan.

“Jangan main–main kami kerjasama dengan satgas pangan pasti ditindak tegas apalagi kalau ada kartel itu musuh bersama kita karena ini menyangkut orang banyak,” kata dia.

BPS Laporkan Inflasi Juli 2017 Sebesar 0,22% yang Dipengaruhi Naiknya Harga Kelompok Bahan Makanan

Dia juga menilai, harga komoditas pangan strategis selama periode Ramadan seharusnya tidak mengalami kenaikan. Sebaliknya harga bahan pokok justru bisa lebih rendah dari harga sehari-hari.

Sebab, kata dia, pemerintah telah menambah ketersediaan bahan pangan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi. Persiapannya sendiri sudah jauh-jauh hari dilakukan, bahkan sejak dua bulan sebelum Ramadan.

“Justru harusnya lebih rendah harganya karena kita sudah siapkan volume komoditas strategis di atas 20% dari hari biasanya,” tutup dia.

 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini