nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perang Dagang AS-China Ditunda, Wall Street Langsung Tancap Gas

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 21 Mei 2018 21:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 21 278 1900995 perang-dagang-as-china-ditunda-wall-street-langsung-tancap-gas-T1lKXFQcF5.jpg Foto: Wall Street Menguat (Reuters)

NEW YORK - Wall Street mencatatkan reli pada pembukaan perdagangan Senin waktu setempat, setelah potensi perang dagang Amerika Serikat (AS)-China ditunda. Bursa saham AS juga mendapatkan tenaga dari transaksi merger sebesar USD28 miliar.

Melansir Reuters, Senin (21/5/2018), Dow Jones Industrial Average naik 277,12 poin, atau 1,12% ke 24.992,21. Indeks S&P 500 naik 20,17 poin, atau 0,74% menjadi 2,733.14 dan indeks Nasdaq Composite naik 66,85 poin, atau 0,91% menjadi 7,421.19.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa Amerika Serikat dan China telah sepakat untuk membebaskan ancaman tarif barang mereka sebesar miliaran dolar untuk masing-masing negara.

 Banteng Wall Street, Salah Satu Ikon Terpopuler Kota New York

Hal ini menjadi kabar baik bagi investor pasar saham, yang sebelumnya semakin khawatir bahwa perang perdagangan langsung akan melukai ekonomi global dan mengakhiri penguatan multi-tahun Wall Street.

"Investor melihat perang dagang ditunda sebagai sesuatu yang positif. Mereka akan ingin kembali ke pasar," kata Kepala Strategi Investasi SlateStone Wealth LLC di New York, Robert Pavlik

“Saham-saham sektor teknologi, industri, energi, keuangan, konsumen discretionary akan untung hari ini," sambungnya.

Sembilan dari 11 sektor indeks S&P utama lebih tinggi, dipimpin oleh sektor teknologi. SPLRCT 1,21%. Saham Apple (AAPL.O), yang menghitung China sebagai pasar pertumbuhan utama, naik 1,4% dan memberikan dorongan terbesar ke indeks S&P 500 dan Nasdaq.

Sektor industri. SPLRCI naik 1,20% dipimpin oleh lonjakan saham Boeing 2,4% yang menjual sekitar seperempat dari pesawat komersialnya ke China.

Saham Caterpillar (CAT.N) naik 2,3%. Sementara itu. saham menguat di indeks Dow adalah General Electric (GE.N), yang naik 2,1% setelah perusahaan mengatakan akan menggabungkan bisnis transportasi dengan pembuat peralatan rel Wabtec (WAB.N) dalam kesepakatan USD11,1 miliar. Saham Wabtec melonjak sekitar 5% ke level tertinggi hampir tiga tahun.

Namun, tidak semua pemimpin bisnis AS senang melihat spatulasi perdagangan menurun, dengan beberapa mengatakan akan sulit bagi Washington untuk membangun kembali momentum untuk mengatasi apa yang mereka pandang sebagai kebijakan China yang meresahkan.

Namun, AS yang menunda menerapkan tarif impor China telah memukul saham baja. Seperti saham AK Steel (AKS.N) dan US Corp Steel Corp (X.N) masing-masing turun lebih dari 3%.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini