nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OJK "Pelototi" Pergerakan Gadai Ilegal Jelang Lebaran

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 21 Mei 2018 18:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 21 320 1900923 ojk-pelototi-pergerakan-gadai-ilegal-jelang-lebaran-QLBcteY3J2.jpg Foto: OJK Awasi Gadai Ilegal (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat pengawasan terhadap peredaran gadai ilegal bersama satuan tugas (satgas) investasi. Hal ini dilakukan mengingat pada bulan Ramadan tingginya minat masyarakat menggunakan jasa gadai untuk memperoleh dana.

"Bisnis pegadaian kalau Lebaran melejit. Naiknya enggak kira-kira, bahkan orang kan kadang sekarang ke pegadaian bukan nanya pembelian, tapi penitipan juga gede itu bisnisnya," ujar Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK M. Ihsanuddin di Gedung OJK, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Untuk mewaspadai jasa gadai yang bodong atau ilegal, maka pihaknya bekerjasama dengan satgas investasi melakukan sosialisasi kepada gadai yang belum terdaftar agar memperoleh izin dalam memberi pelayanan kepada masyarakat. Adapun batas pengajuan izin bagi gadai swasta hingga 31 Juli 2018.

"Kita sudah koordinasi dengan satgas waspada investasi. Menyebarkan ke media cetak atau elektronik, juga ke gadai-gadai jalan umum. Kita datangi satu-satu," katanya.

 

Ihsanuddin menyatakan, selama ini OJK juga sudah bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) untuk mendata gadai gelap yang tidak terdaftar.

Hasilnya sebanyak 200 gadai gelap masuk dalam daftar OJK dan Pegadaian. Namun demikian, dia tidak dapat merinci gadai yang masuk dalam daftar gelap OJK.

"Macam-macam lah namanya. Ternyata begitu kita datangin pemiliknya siapa, dia enggak mau mengaku juga. Nah sebenarnya dia belum terdaftar, kita mau investigasi dia juga bagaimana? orang dia belum terdaftar di OJK," jelasnya.

 Ketua OJK Wimboh Santoso: Sektor Jasa Keuangan Indonesia hingga Akhir 2017 Masih Stabil

Dia mengatakan, pengawasan gadai akan terus ditingkatkan oleh pihaknya. Pasalnya, masyarakat menjadi pihak yang sangat dirugikan bila menaruh barang simpanan pada gadai gelap yang tidak bisa bertanggungjawab.

"Ini yang berbahaya kan yang diterima itu emas, perhiasan, jam tangan yang mahal. Tiba-tiba tempat penyimpanan tidak layak dan dibawa kabur yang disalahin siapa? OJK kan. Padahal itu belum dibawah OJK," katanya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini