nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Pentingnya Pembangunan Perumahan bagi Lansia

ant, Jurnalis · Senin 21 Mei 2018 14:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 21 470 1900796 ini-pentingnya-pembangunan-perumahan-bagi-lansia-MX1zFv9h1q.jpg Rumah. Foto: Okezone

JAKARTA - Konsultan properti Colliers International menginginkan kebijakan pemerintah ke depannya dapat mendorong peningkatan pembangunan perumahan bagi warga senior atau mereka yang telah berusia lanjut.

"Pemerintahan dan pengembang mesti fokus untuk memperluas cakupan opsi perumahan warga senior kelas menengah," kata Asia Managing Director of Valuation and Advisory Services Colliers International, David Faulkner, dalam rilis yang diterima, Senin (21/5/2018).

Menurut David Faulkner, fokus kepada kelas menengah adalah karena segmen populasi tersebut yang saat ini berkembang pesat di Asia. Apalagi, ia juga mengingatkan bahwa di berbagai negara Asia, termasuk di kawasan Asia Tenggara, semakin banyak populasi yang berusia lanjut serta meningkatnya tingkat kesejahteraan mereka.

Minim Ruang, Hunian Vertikal Bisa Jadi Solusi Masalah Perumahan dan Penataan Jakarta

Untuk itu, ujar dia, pembuat kebijakan serta pengembang swasta harus benar-benar merancang rencana untuk mengatasi permasalahan perumahan bagi warga senior dengan cara yang layak. Sebagaimana diwartakan, jumlah penduduk di kawasan ASEAN yang terus bertambah secara signifikan dengan komposisi terbesar yakni mereka yang berusia di bawah 40 tahun, berkontribusi besar pada pengembangan bisnis kreatif, termasuk perdagangan elektronik.

"50% dari pasar ASEAN berusia bawah 30 tahun, dan 60% lainnya di bawah 40 tahun. Artinya, 60% dari 620 juta adalah 350 juta anak muda," kata Kepala Pusat Kajian Kewirausahaan ASEAN, Taufan Teguh Akbari, dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (10/5).

Menurut Taufan Teguh Akbari, pengoptimalan bonus demografi adalah agar generasi muda dapat berkontribusi dalam meningkatkan perdamaian, kemakmuran, dan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.

Minim Ruang, Hunian Vertikal Bisa Jadi Solusi Masalah Perumahan dan Penataan Jakarta

Sebelumnya, Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Mesdin Kornelis Simarmata mengatakan, Indonesia perlu benar-benar memanfaatkan bonus demografi dalam rangka mendorong sektor ekonomi kreatif nasional ke depannya.

"Kreativitas itu biasanya banyak dimiliki generasi zaman now. Kalau dikaitkan dengan bonus demografi, maka bonus demografi itu tidak akan terwujud bila mereka yang muda tidak memiliki pekerjaan," kata Mesdin Kornelis Simarmata dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (20/4).

Menurut Mesdin, dengan kreativitas yang banyak dikaitkan dengan generasi milenial, maka ekonomi kreatif juga diharapkan dapat menjadi sektor pendorong perekonomian di masa depan.

Minim Ruang, Hunian Vertikal Bisa Jadi Solusi Masalah Perumahan dan Penataan Jakarta

Dia berpendapat bahwa ekonomi kreatif layak menjadi kekuatan dominan pada masa mendatang antara lain karena berbeda dengan manufaktur, sektor ekonomi kreatif relatif tidak memerlukan usaha berskala besar. 

"Model bisnis ekonomi kreatif biasanya skalanya kecil-kecil, dan berpotensi tumbuh di generasi muda," katanya.

Sekretaris Utama Bekraf juga mengemukakan bahwa lembaganya berupaya merumuskan suatu ekosistem di mana berbagai usaha ekonomi kreatif baru dapat tumbuh dan berkembang dengan pesat di Tanah Air, serta terkenal di tingkat global.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini