nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Insentif Khusus bagi Investor Bermodal Rp500 Miliar

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 22 Mei 2018 16:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 22 20 1901347 insentif-khusus-bagi-investor-bermodal-rp500-miliar-XRMjvlLQ7W.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah tengah menyiapkan berbagai macam insentif untuk menunjang ekspor dan juga investasi ke dalam negeri. Seperti diketahui, angka ekspor dan investasi Indonesia saat ini masih belum mencukupi untuk membuat perekonomian negara tumbuh pesat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya menyiapkan insentif pajak bagi siapapun yang berniat menanamkan modalnya di Indonesia. Kali ini, pemerintah menyiapkan menyiapkan insentif pajak bagi investor yang di bawah Rp500 miliar.

Sebelumnya, pemerintah juga menyiapkan insentif pajak berupa tax holiday atau libur bayar pajak. Insentif pajak tersebut khusus investasi dengan jumlah di atas Rp500 miliar.

"Insentif yang tax holiday sudah kami keluarkan, untuk yang di atas Rp500 miliar. Sekarang kami buat tax holiday yang di bawah Rp500 miliar," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (22/5/2018).

 Menkeu Sri Mulyani: Kinerja APBN 2018 Alami Perbaikan

Nantinya, insentif tersebut berlaku untuk eksportir-eksportir padat karya atau yang bersifatnya industri kecil, sehingga diharapkan industri kecil ini bisa lebih meningkatkan produksinya untuk kebutuhan ekspor.

"Kami buat untuk pengusaha eksportir yang padat karya. Dibuat semacam mini tax holiday. Kami buat (insentif) untuk industri kecil diturunkan," jelasnya.

Sementara untuk industri digital yang berniat investasi di Indonesia, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut tengah menyiapkan insentif khusus agar lebih banyak lagi investor digital yang membuka perusahaan, insentif ini dinamakan angel capital.

"Ada beberapa kombinasi sebagai potensi dari ekonomi Indonesia. Kami juga tidak ter-distract dengan situasi ini karena kami tahu ada beberapa sektor maupun pelaku ekonomi yang mempunyai potensi untuk itu," jelasnya.

 Menkeu Sri Mulyani: Kinerja APBN 2018 Alami Perbaikan

Sri Mulyani berharap dengan adanya insentif ini bisa mendongkrak ekspor dan investasi Indonesia, khususnya di masa-masa mendatang. Karena menurutnya, pondasi ini dinilai cukup kuat untuk menghadapi perekonomian global di masa mendatang.

"Itu dilakukan dalam jangka menengah-panjang, jadi tidak semuanya kalau ditanya insentif sekarang langsung. Ini kan bukan kayak sakit panas. Jadi, mengelola ekonomi lihat ada yang sifatnya struktural itu bertahap. Ada policy yang dampaknya bisa langsung sesaat, ada yang jangka menengah-panjang tapi membangun pondasinya," jelasnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini