Cara Ajaib Turunkan Harga Pangan hingga Beroperasinya Bandara Kertajati

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 26 Mei 2018 09:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 25 320 1902910 cara-ajaib-turunkan-harga-pangan-hingga-beroperasinya-bandara-kertajati-7Eoj5JRuAe.png Foto: Bandara Kertajati (Antara)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) membantah adanya kabar soal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite sebesar Rp350 per liter menjadi Rp8.150 per liter dari sebelumnya Rp7.800 per liter.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan meresmikan Bandar Udara (Bandara) Internasional Kertajati pagi ini, Kamis (24/5/2018). Bandara yang berada di Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ini diproyeksikan bisa melayani penerbangan calon jamaah Haji.

 Melihat Wajah BIJB Kertajati, Bandara Kedua Terbesar di Indonesia Setelah Soetta

Di sisi lain, Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita mengakui ada beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga di beberapa daerah belakangan ini.

Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya :

Harga Pertalite Naik Rp350/Liter, Pertamina: Itu Hoax

PT Pertamina (Persero) membantah adanya kabar soal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite sebesar Rp350 per liter menjadi Rp8.150 per liter dari sebelumnya Rp7.800 per liter.

"Enggak betul itu, hoax. Enggak ada kenaikan harga Pertalite," kata VP Pertamina Adiatma Sardjito saat dihubungi Okezone, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Adiatma malah mempertanyakan kabar tersebut soal kenaikan harga Pertalite. "Dari mana itu, hoax," tegas Adiatma.

 Kementerian ESDM Rumuskan Aturan Sebelum Naikkan Harga BBM Nonsubsidi

Menurut Adiatma, kajian kenaikan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi masih dibahas. "Nanti, masih kajian," singkatnya.

Sebelumnya, Direktur Supply Chain, Logistik dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo mengatakan, Pertamina sebagai badan usaha milik negara sepenuhnya milik negara. Dengan demikian, maka kenaikan harga BBM akan dikonsultasikan dengan pemerintah.

"Jadi kira-kira kapan (harga naik) masyarakat menerima perubahan harga nantinya dihitung pemerintah baik BBM subsidi dan nonsubsidi. Itu terimakasih," kata dia di Kantor Pusat Pertamina, Rabu 16 Mei 2018.

 

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Kertajati Pagi Ini

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan meresmikan Bandar Udara (Bandara) Internasional Kertajati pagi ini, Kamis (24/5/2018). Bandara yang berada di Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ini diproyeksikan bisa melayani penerbangan calon jamaah Haji.

Dalam peresmian, Kepala Negara akan didampingi beberapa menteri cabinet kerja di antaranya Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Rencananya hari ini akan dilangsungkan historical flight sebagai pertanda operasional Bandara Internasional Kertajati sekaligus telah mengantongi izin penerbangan internasional.

Historical flight ditandai dengan penerbangan rute Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Kertajati oleh Maskapai Garuda Indonesia.

Sebelumnya, Budi Karya Sumadi menginginkan agar Bandara Kertajati dapat melayani penerbangan mudik Lebaran 2018.

"Kita maunya demikian tapi kan kita harus bicara dengan airline. Airline kan punya preferensi dia sibuk di mana, seperti apa nanti kita upayakan," ujar Menhub di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Sayangnya, keinginan Menhub tersebut sepertinya harus menunggu kajian lebih lanjut dari pihak maskapai penerbangan.

Direktur Operasi Garuda Indonesia Triyanto menjelaskan, perencanaan serta persiapan mudik sudah dilakukan jauh-jauh. Khusus untuk Kertajati, kata dia belum masuk perhitungan perseroan.

"Kapasitas sudah terpakai semua. Kertajati ini belum kita perhitungkan kemarin-kemarin," jelas dia.

Pada periode mudik kali ini, maskapai pelat merah ini menyediakan 67.000 seat dari tanggal 8-24 Juni 2018. Ketersediaan ini meningkat 6% dari periode Lebaran tahun lalu.

Cara Ajaib Mendag Enggar Menjinakan Harga Beras Hingga Daging Ayam

Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita mengakui ada beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga di beberapa daerah belakangan ini.

Khususnya pada tiga komoditas yakni beras, daging sapi, daging dan telur ayam yang menurutnya masih mengalami kenaikan di beberapa pasar daerah.

Menurutnya, kenaikan harga pada tiga komoditas tersebut disebut karena kekurangan suplai ke pasaran, sehingga berdasarkan hukum ekonomi, apabila kurangnya pasokan sedangkan demandnya banyak maka akan mengakibatkan.

"Masih ada, tapi begitu ada langsung kami drop. Begitu ada kami langsung drop dan tadi saya sudah dapatkan laporan dari Jawa Barat," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Oleh karena itu lanjut Enggar, dirinya melakukan upaya-upaya dengan cara turun langsung ke lapangan untuk mensuplai langsung stok pangan di pasaran. Selain itu, dirinya juga memanggil beberapa pemasok bahan pangan ke kantornya untuk mempertanyakan mengapa suplai sampai berkurang.

"Semuanya naik masih dalam rata-rata. Nah, harga daging ayam yang semula terjadi kenaikan, dan kenaikan itu karena suplai berkurang. Kami semua turun ke pasar, disuplai sekitar 30%-40% dari total kebutuhan," jelasnya.

Ajaib, setelah upaya tersebut dilakukan, harga pada tiga komoditas tersebut yang semula naik mulai berangsur turun. Meskipun harganya msih berada di atas patokan.

Salah satu contohnya adalah harga daging dan telur ayam di Bandung.

Sempat mengalami kenaikan pada beberapa waktu yang lalu, saat ini harga dari daging dan telur ayam sudah mengalami penurunan meskipun masih berada di atas batas wajar.

Sementara di pasar Palmerah, sempat ada kenaikan pada harga daging ayam menjadi Rp36.000 per potong. Kini sudah kembali turun dan berada diangka Rp30.000-Rp32.000 per potong.

Begitupun juga pada daging sapi. Karena banyaknya pilihan daging sapi di pasaran baik daging beku ataupun daging segar, membuat harga jual dipasaran kembali normal.

"Harganya sudah turun tapi terlalu kecil, makanya kami panggil lagi integrator untuk suplai, gerojokin itu. Yang semula ada pembatasan, diupayakan agar integrator yang besar tidak masuk ke pasar tradisional, mengingat harganya sudah terlalu tinggi, lepaskan saja dulu. Kami tidak mungkin bermain-main membatasi itu, tetapi tidak ada suplainya," jelasnya.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini