Gubernur BI Akui Dampak Kenaikan Suku Bunga Baru Terasa 1,5 Tahun

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 28 Mei 2018 13:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 28 20 1903633 gubernur-bi-akui-dampak-kenaikan-suku-bunga-baru-terasa-1-5-tahun-Pc5MjSpXXT.jpg Foto: Dampak Kenaikan Suku Bunga Baru Terasa 1,5 Tahun (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah menaikan 25 basis poin (bps) 7-Day Reserve Repo Rate (BI-7 Day RR Rate). Dengan demikian, suku bunga acuan kini berada di level 4,50% dari 4,25%.

Meski sudah menaikan suku bunga menjadi 4,5%, namun cara tersebut belum bisa memperkuat pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Melansir Bloomberg Dollar Index, Senin (28/5/2018), pukul 11.02 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 142 poin atau 1,01% ke level Rp13.983 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.983-Rp14.095 per USD.

 Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53%

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, BI memang telah menaikan suku bunga 25 basis poin. Hanya saja, jangan memikirkan adanya kenaikan suku bunga maka ada dampak langsung terhadap nilai tukar.

"Suku bunga naik, terus growth triwulan ini juga turun. Itu analisa yang sepahaman saya melihat bahwa dampak kenaikan suku bunga kebijakan BI itu berdampak ke growth satu setengah tahun akan datang," tuturnya, di Kementerian Keuangan, Jakarta.

"Jadi suku bunga naik terus ekonominya turun bulan-bulan ini juga, tidak begitu," sambung Perry.

 Wajah Semringah Perry Warjiyo Usai Sumpah Jabatan Pelantikan Gubernur Bank Indonesia

Perry melanjutkan, dampak nilai tukar Rupiah di Indonesia sebenarnya lebih besar kepada impor daripada ekspor. Bahkan dampak umumnya lebih cepat.

"Nah timbangan ini masuk dalam pertimbangan bagaimana kita desain respons kebijakan suku bungan dan dampaknya bukan linear. Permintaan domestik kita masih lebih rendah, rata-rata pemandatan kapasitas 70% dan itu menunjukan transisi ke ekonomi," katanya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini