nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Swasta Tak Kebagian Proyek? Menteri Basuki: Kalau Saya Kasih Data Pasti Kaget

ant, Jurnalis · Senin 28 Mei 2018 18:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 28 320 1903841 swasta-tak-kebagian-proyek-menteri-basuki-kalau-saya-kasih-data-pasti-kaget-r372abm0HR.jpg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Foto: Okezone

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, kontraktor swasta terlibat lebih dari 70% pengerjaan proyek strategis nasional (PSN), khususnya untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

Basuki membantah pernyataan Badan Pimpinan Pusat (BPP) Gabungan Pelaksanaan Konstruksi Indonesia (Gapensi) yang menyebut porsi swasta hanya 1% dari seluruh pekerjaan proyek strategis nasional.

"Tidak, kalau di PU pasti tidak betul itu. Kalau saya kasih datanya pasti kaget. Banyak sekali, ada lebih dari 70% kalau di (pembangunan) jalan," kata Basuki usai dipanggil Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (28/5/2018).

Selain pembangunan jalan dan jembatan, Basuki mengatakan proyek penyediaan air juga dikerjakan oleh swasta.

 Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Pastikan Tol Salatiga-Solo Jadi Jalur Fungsional Mudik Lebaran 2018

"Kecuali bendungan ya, bendungan itu tidak ada swasta yang bisa berdiri sendiri sesuai aturan LKPP dan Perpres. Tapi kalau nanti delapan bendungan selesai tahun 2018 ini, kan semua kerja sama operasi (KSO) semua itu, BUMN dengan swasta," jelasnya.

Setelah pengerjaan bendungan selesai, maka kemudian pengoperasiannya bisa dikerjakan oleh perusahaan swasta sendiri.

"Sampai sekarang belum ada yang bisa berdiri sendiri, Adhi Karya saja tidak bisa berdiri sendiri untuk bendungan karena pengalamannya belum ada. Perhatikan itu di bendungan, Adhi Karya KSO dengan BUMN lain, padahal sudah saya larang tapi karena dia punya kemampuan dasar sendiri selama ya tidak bisa `bidding' sendiri," katanya.

Untuk proyek pembangunan jalan dan jembatan, meskipun bernilai lebih dari Rp100 miliar, peran BUMN sangat kecil sehingga banyak didominasi oleh perusahaan swasta.

"Dari semua pekerjaan di Bina Marga itu, BUMN sangat kecil. Di pembangunan jalan dan jembatan, BUMN sangat kecil (yang mengerjakan)," kata Basuki.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Pastikan Tol Salatiga-Solo Jadi Jalur Fungsional Mudik Lebaran 2018

Sebelumnya, Senin pagi, perwakilan pengurus Badan Pimpinan Pusat Gapensi menemui Wapres Jusuf Kalla untuk menyampaikan keluhan terkait minimnya keterlibatan kontraktor swasta dalam pembangunan infrastruktur. Sekretaris Jenderal BPP Gapensi Andi Rukman mengatakan keterlibatan perusahaan swasta dalam pembangunan proyek strategi nasional hanya 1% saja.

"Ada 147.000 pelaku konstruksi ada pada posisi 1% saja itu pengusaha swasta yang besar. Cobalah itu dimanfaatkan benar-benar untuk bisa bergabung dengan (proyek) BUMN itu," kata Andi usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Senin.

Dia mengeluhkan, dari total nilai proyek pembangunan infrastruktur nasional hampir Rp6 ribu triliun tersebut, semuanya dimonopoli oleh kontraktor Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Hampir Rp6 ribu triliun di 16 proyek strategis nasional, itu kan proyek besar semua, dan itu semua dikerjakan oleh BUMN. Penugasan semua, pekerjaan tol Lampung-Aceh itu (nilainya) puluhan triliun, itu BUMN juga yang disuruh cari duit," ujar Andi.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini