nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

REI Yakin Properti 2018 Membaik, Tapi Akui Terkendala Suku Bunga

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 30 Mei 2018 12:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 30 470 1904413 rei-yakin-properti-2018-membaik-tapi-akui-terkendala-suku-bunga-wejw0gZT3y.jpg REI optimistis industri properti membaik. (Foto: Okezone)

JAKARTA - DPD REI DKI Jakarta masa bakti 2017-2020 merilis Riset Properti sebagai salah satu program kerja strategis.

Bagi para pelaku industri real estat, riset menjadi sebuah kebutuhan yang dapat digunakan sebagai dasar oleh para pelaku industri, pemerintah, maupun stakeholder untuk mengambil kebijakan atau tindakan. Kali ini riset dilakukan untuk mengetahui persepsi anggota REI DKI Jakarta tentang perkembangan industri real estat.

(Foto: Koran Sindo)

Wakil Ketua Bidang Riset & Luar Negeri DPD REI DKI Jakarta Chandra Rambey menyatakan, riset dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan metode pengumpulan data primer berupa survei melalui penyebaran kuesioner atau wawancara, yang bertujuan mengetahui siapa responden, apa yang dipikirkan dan dirasakan, atau kecenderungan suatu tindakan.

Baca Juga: Kementerian PUPR Akhirnya Selesaikan Rusunawa Khusus Lansia di Cibubur

“Responden yang dituju adalah para pengembang anggota REI DKI Jakarta, dengan kurun waktu survei sekitar dua bulan dari Februari-April 2018,” tuturnya.

Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman dalam presentasi hasil survei menyampaikan, 55% pengembang anggota REI DKI Jakarta menyatakan bahwa kondisi properti 2018 akan tetap sama dibandingkan tahun sebelumnya.

(Dok Shutterstock)

Sedangkan, 34% lainnya optimistis kondisi properti 2018 lebih baik. “Mayoritas tetap merencanakan mengembangkan perumahan sederhana, menengah atas, dan apartemen, dengan prioritas kebutuhan infrastruktur berupa air bersih dan jalan,” ujarnya.

Baca Juga: Pegawai Lapas Nusakambangan Bakal Huni 2 Rusun Senilai Rp29,4 Miliar

Sedangkan dari sisi capital expenditure (capex), pada 2018 ini sebanyak 33% pengembang anggota REI DKI Jakarta membutuhkan capex masing-masing Rp100 miliar-Rp500 miliar. Di tengah optimisme tersebut, hasil riset juga menyatakan bahwa industri real estat sangat terdampak oleh kebijakan pemerintah, yakni perpajakan, perizinan, suku bunga kredit.

Khusus DKI Jakarta, perizinan masih menjadi tantangan tersendiri. Birokrasi adalah faktor paling dominan dalam memengaruhi proses perizinan. Sebanyak 69% responden menyatakan lebih mudah memperoleh perizinan di luar DKI Jakarta dibandingkan di DKI Jakarta. (Rendra Hanggara)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini