nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siap Ekspor Pesawat Terbang, PTDI Disuntik Modal Rp354 Miliar

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 31 Mei 2018 17:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 31 320 1905096 siap-ekspor-pesawat-terbang-ptdi-disuntik-modal-rp354-miliar-m0GCKYph9y.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mendapatkan pesanan pesawat jenis CN-235 dari Nepal dan Senegal. Untuk itu, pemerintah memberikan mandat kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank untuk menyediakan fasilitas pembiayaan atas program ekspor pesawat terbang. Mandat itu tertuang melalui Keputusan Menteri Keuangan No.649/KMK.08/2017.

Direktur Pelaksana I Eximbank Dwi Wahyudi menjelaskan, menindaklanjuti mandat tersebut, pihak Eximbank akan memberikan modal sebesar Rp354 miliar kepada PTDI. Modal itu berjangka waktu 12 bulan.

"Modal kerja di sini diberikan berdasarkan underlying yang diberikan sesuai kontrak PTDI dengan pembeli. Jadi kami berikan by progress, memang progresnya mencapai 354 ya bisa dicairkan tapi pakai underlying," kata dia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Melihat Aktivitas Teknisi PTDI Merakit Pesawat Pesanan Vietnam NC 212 i

Secara resmi, dua belah pihak telah melakukan penandatanganan kesepakan pembiayaan. Tidak hanya kepada dua negara itu, PTDI juga menargetkan dapat melakukan ekspor produk pesawat udara ke negara tujuan Thailand, Nepal, Uni Emirat Arab, dan negara-negara di kawasan Afrika yang tidak diembargo Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Pada tahap pertama, fasilitas pembiayaan diberikan dalam bentuk modal kerja untuk mendukung ekspor pesawat terbang ke Nepal dan Senegal," Wahyudi.

Ekspor pesawat udara ke Nepal dilatarbelakangi oleh adanya permintaan untuk menyediakan pesawat yang sesuai dengan kondisi geografis Nepal. Kawasan Nepal sebagian besar merupakan dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata 2.565 km terhadap permukaan laut. Sehingga transportasi udara yang sesuai dengan kontur Nepal adalah pesawat yang dapat dioperasikan pada landasan pacu yang relatif pendek.

Melihat Aktivitas Teknisi PTDI Merakit Pesawat Pesanan Vietnam NC 212 i

Demikian juga halnya dengan Senegal. Negara yang terletak di kawasan Afrika Barat tersebut membutuhkan pesawat terbang yang dapat berfungsi sebagai Maritime Patrol Aircraft (MPA). Hal ini dikarenakan kondisi politik di kawasan tersebut masih rentan terjadi gesekan dan pemberontakan.

Secara geografis, Senegal memiliki garis pantai dengan panjang mencapai 531 KM dan wilayah laut sekitar 4.192 km persegi. Proyek ini juga merupakan pilot project untuk memasuki pasar negara Asia Selatan dan Kawasan Afrika. Selain itu, kata dia, dampak multiplier bagi ekonomi nasional tidak hanya terbatas pada PTDI.

"Dampaknya juga terasa pada industri penunjang lainnya di dalam negeri yang ikut berperan dalam memasok kebutuhan untuk industri pesawat terbang, antara lain bidang usaha machining for landing gear, tube forming, polyurethane, heat treatment, thermoforming of acrylic, tool and jig, dan puluhan industri lainnya," tukas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini