Masa Depan Ekonomi Batam Diramal Cerah, Penjualan Apartemen Laris Manis

Agregasi Sabtu 02 Juni 2018 21:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 02 470 1905756 masa-depan-ekonomi-batam-diramal-cerah-penjualan-apartemen-laris-manis-4kTKVbyKvR.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Jika mengamati situasi ekonomi Batam yang belum rebound 100%, adalah suatu kondisi wajar apabila investor mengambil sikap selektif dalam membelanjakan dananya. Akan tetapi, tidak sedikit investor yang visioner melihat bahwa sekarang ini justru merupakan momen baik dalam melakukan investasi di bidang properti, khususnya apartemen.

Manager Marketing CitraPlaza Nagoya Batam Andri Yuliawan mengatakan, apartemen menarik sebab lokasi yang umumnya berada di inner city (tengah kota), sehingga relatif mudah untuk disewakan kepada turis domestik maupun mancanegara.

“Investasi apartemen sangat menjanjikan keuntungan dari kenaikan capital gain dan yield. Apalagi dalam dua tahun ke depan ekonomi Batam diprediksi akan recovery, ditandai dengan akan bergeraknya industri pergalangan kapal dan batubara,” ungkapnya dalam acara media gathering dan buka puasa bersama para anak yatim di CitraPlaza Nagoya.

Tak pelak, sebagian investor mengaku tetap optimistis perekonomian Batam akan segera bangkit.

“Meski aktualnya kondisi ekonomi Batam saat ini belum sebaik tiga tahun lalu, namun tingkat kunjungan turis asing (Singapura dan Malaysia) dan domestik tetap stabil,” tambah Andri.

Tingginya minat investor terhadap apartemen dapat dilihat dari penyerapan unit di CitraPlaza Nagoya. Selain berasal dari Batam dan sekitarnya, ternyata investor di luar Batam pun terpikat untuk berbisnis di kawasan mega superblok ini.

Hal lain yang menarik minat konsumen karena lokasi yang sangat strategis yakni di Central Business District (CBD) Kota Batam. Kawasan Nagoya adalah distrik komersial yang menjadi icon sentra perdagangan modern dan pusat lifestyle sekaligus kawasan hunian ternama di Kota Batam.

“Kami punya satu konsumen, pengusaha sarang walet asal Tembilahan, Riau, yang membeli 11 unit apartemen sekaligus. Dalam hitung-hitungannya dengan cara bayar in-house 60 kali (lima tahun), untuk total Rp4 miliaran yang harus dikeluarkannya, dia hanya membayar Rp2 miliaran. Karena setelah serah terima 2,5 tahun kemudian, cicilannya akan dibayarkan dari pendapatan sewa unit apartemen tersebut,” Andri memberi contoh.

Sekarang ini, lanjutnya, harga sewa apartemen di kawasan Nagoya berkisar Rp8 juta per bulan. Sementara ekspektasi harga sewa konsumen sangat konservatif yakni Rp6 jutaan per bulan.

“Itu sudah bisa menutupi cicilan 2,5 tahun berikutnya setelah serah terima. Diperkiraan dalam 10 tahun, ia sudah balik modal (Rp4 miliar),” tandasnya.

Mega Superblock CitraPlaza Nagoya merupakan kawasan mix-used seluas 6,3 hektare yang terdiri dari hunian modern (apartemen) terintegrasi dengan berbagai fasilitas lengkap seperti pusat belanja, hotel, lifestyle center, hingga sport center.

Di kawasan ini akan dibangun 9 tower apartemen, 1 tower hotel, dan mal secara bertahap, serta redevelopment pusat perbelanjaan existing.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini