nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inflasi Mei 2018 Diprediksi Capai 0,3%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 04 Juni 2018 08:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 04 20 1906140 inflasi-mei-2018-diprediksi-capai-0-3-h81cQIbbSs.jpg Inflasi (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Indeks harga konsumen (IHK) atau inflasi pada bulan Mei 2018 diprediksi sebesar 0,3% (mtm) atau 3,3% (yoy).

Hal tersebut berdasarkan penilaian Institute For Development of Economics and Finance (Indef). Inflasi Mei 2018 akan lebih rendah dari Mei 2017, sebab tahun lalu ada efek pencabutan subsidi listrik 900 va.

"Overall inflasi Mei tahun ini masih di bawah target APBN sebesar 3,5%," ujar Ekonom Indef Bhima Yudhistira kepada Okezone, Senin (4/6/2018).

Inflasi 2017 Tercatat 3,61%, Dianggap Masih Aman

Bhima menyebutkan ada beberapa faktor yang menjadi pendorong inflasi di bulan Mei, di antaranya karena bertepatan dengan bulan Ramadan. "Di mana permintaan barang kebutuhan pokok tinggi dan ada tekanan inflasi komponen volatile food," imbuhnya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, tercatat beberapa barang kebutuhan pokok sepanjang Mei mengalami kenaikan harga, di antaranya ayam ras naik 2,6% menjadi 35.500 per kg,

telur ayam naik 6,4% menjadi 25.600 per kg, serta gula pasir naik 0,35% menjadi 14.000 per kg.

Inflasi 2017 Tercatat 3,61%, Dianggap Masih Aman

"Kemudian efek imported inflation akibat pelemahan kurs juga berimbas pada naiknya harga barang konsumsi di tingkat konsumen terutama barang impor," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, pembelian tiket mudik Lebaran baik moda transportasi darat, laut dan udara juga mendorong inflasi dari sisi transportasi hingga Juni mendatang.

Sementara itu, sisi permintaan yang tergambar dari inflasi inti diperkirakan masih rendah. Masyarakat dinilai masih menahan belanja karena beberapa faktor, seperti masa Lebaran berdekatan dengan tahun ajaran baru sekolah sehingga masyarakat cenderung menabung.

"Faktor lain ada kepercayaan konsumen sedikit menurun akibat teror bom berakibat pada rendahnya minat masyarakat belanja di pusat keramaian. Agresivitas pajak dan ekspektasi kenaikan harga energi juga berpengaruh ke consumer confidences," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini