nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Daging Ayam, Telur, hingga Angkutan Udara Sumbang Inflasi di Mei

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 04 Juni 2018 13:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 04 20 1906249 daging-ayam-telur-hingga-angkutan-udara-sumbang-inflasi-di-mei-p5rVFu12t3.jpeg Badan Pusat Statistik (Foto: Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi Mei 2018 sebesar 0,21% (mtm). Angka ini lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi April 2018 sebesar 0,10 %. Adapun inflasi tahun kalender Mei adalah 1,30%. Sementara, inflasi tahunan Mei 2018 sebesar 3,23 (yoy).

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menjelaskan, inflasi tertinggi terjadi pada kelompok sandang sebesar 0,33% sehingga memberikan andil 0,02% kepada inflasi.

"Paling dominan itu kenaikan baju muslim wanita. Ibu-ibu sudah menyiapkan baju lebaran sejak dini," jelas Kecuk di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Kenaikan Harga Telur Beri Andil Signifikan untuk Inflasi Desember Lalu

Selain itu, kelompok bahan makanan mengalami inflasi 0,21% dengan andil 0,04%. Komoditas yang dominan memberikan inflasi yaitu daging ayam ras.

"Kenaikan daging ayam ras menyebabkan inflasi dan andilnya sebesar 0,07%, kemudian telur ayam ras terjadi kenaikan harga sejak minggu kedua Mei andilnya 0,06%. Selain itu ikan segar andilnya 0,03%, dan bawang merah harganya masih naik, sehingga andilnya ke inflasi 0,02%,"jelas Kecuk

Sementara kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,31% dengan andil kepada inflasi sebesar 0,05%. "Komoditas yang dominan memberikan sumbangan kepada inflasi yaitu bubur, mie, air kemasan, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,1%," kata dia.

Inflasi Singapura Naik 0,6 Persen

Kecuk juga memberikan catatan kepada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami inflasi sebesar 0,18% dan andil 0,03%.

Adapun salah satu penyumbang dominan inflasi dalam kelompok ini adalah kenaikan tarif angkutan udara.

"Kita tahu setiap jelang puasa dan Lebaran, jadi bulan Juni yang perlu diantisipasi adalah kenaikan tarif angkutan udara dan antarkota. Biasanya jadi penyebab utama selama lebaran, mudah-mudahan kenaikannya tidak terlalu tinggi sehingga tidak memberatkan konsumen," imbuh kecuk.

Sementara kelompok perumahan, air listrik gas dan bahan bakar mengalami inflasi0,19% andilnya 0,05%, di mana yang dominan memberikan sumbangan kepada inflasi itu tarif kontrak rumah dan adanya kenaikan untuk upah asisten rumah tangga terjadi kenaikan di 22 kota dari 82 kota yang diobservasi BPS.

Pemberian Pakan Ayam Potong di Tengah Kenaikan Harga di Tingkat Peternak

Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga dan memberikan andil kepada deflasi yaitu cabai merah andilnya kepada deflasi 0,08%, serupa bawang putih juga turun harganya sehingga memberikan andil kepada deflasi 0,05%.

"Harga beras juga demikian pada Mei sudah mengalami penurunan sehingga beras memberikan andil sebesar 0,04%, dan cabai rawit yang menunjukkan penurunan andilnya 0,03%," tambah Kecuk.

Adapun inflasi inti pada Mei sebesar 0,21% sehingga andilnya 0,12%. Sementara inflasi tertingginya pada harga yang diatur pemerintah sebesar 0,27% dengan andil 0,06%, dan inflasi harga bergejolak sebesar 0,19% dan andilnya 0,03%.

"Jadi Alhamdulillah inflasi pada Mei ini cukup terkendali," tukas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini