Inflasi Jelang Lebaran Terkendali, BPS: Bukan Tanda Perlambatan Konsumsi

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 04 Juni 2018 15:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 04 20 1906335 inflasi-jelang-lebaran-terkendali-bps-bukan-tanda-perlambatan-konsumsi-tN7qwWJIca.jpeg Badan Pusat Statistik (Foto: Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa tingkat inflasi pada Mei 2018 sebesar 0,21% (mtm) cenderung terkendali. Mengingat pada periode ini sejalan dengan Ramadan di mana biasanya terjadi kenaikan harga bahan makanan.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menjelaskan, inflasi komponen bergejolak atau volatile food pada Mei sangat terkendali. Sumbangan komponen ini kepada inflasi sebesar 0,03%.

Hal tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah dalam mengendalikan harga pangan, baik melalui distribusi pangan, dan manajemen pasokan dengan operasi pasar di berbagai termpat. Selain itu, adanya panen raya juga membuat harga bahan pangan cenderung terkendali karena tercukupinya pasokan di pasar.

Inflasi 2017 Tercatat 3,61%, Dianggap Masih Aman

"Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah sehingga inflasi menjelang Ramadan ini terjaga dan diharapkan ke depan tetap terjaga," kata dia di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Sebagai perbandingan, inflasi Mei 2018 jauh lebih rendah dari Mei 2017 yang tercatat inflasi sebesar 0,39%. Inflasi Mei 2018 juga lebih rendah dibandingkan dengan Mei 2016 yang mengalami inflasi 0,24%.

Kecuk melanjutkan, angka inflasi yang terkendali selama Ramadan menjelang Lebaran tidak mengindikasikan adanya penurunan konsumsi masyarakat.

Inflasi 2017 Tercatat 3,61%, Dianggap Masih Aman

"Jadi saya tidak melihat ini sebagai pertanda perlambatan konsumsi, tapi karena harga barang bergejolaknya terkendali. Seperti beras yang mengalami penurunan, biasanya naik. Tapi yang diwaspadai daging ayam ras dan telur," imbuh dia.

Adapun kenaikan daging ayam ras menyebabkan inflasi dan andilnya sebesar 0,07%. Kemudian telur ayam ras terjadi kenaikan harga sejak minggu kedua Mei sehingga memberikan andil kepada inflasi sebesar 0,06%.

Kecuk juga menuturkan jika komponen inflasi inti menyumbang inflasi paling besar dengan andil 0,12%. Sementara harga yang diatur pemerintah menyumbang inflasi sebesar 0,06%.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini