nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inflasi 0,21%, Sri Mulyani: Ini Terendah Dibanding Bulan Ramadan Sebelumnya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 04 Juni 2018 15:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 04 20 1906343 inflasi-0-21-sri-mulyani-ini-terendah-dibanding-bulan-ramadan-sebelumnya-CQ2kGpm7G1.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan tingkat inflasi Mei 2018 sebesar 0,21% (mtm). Sementara, inflasi tahunan Mei 2018 sebesar 3,23 (yoy).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, angka tersebut jauh lebih rendah dari inflasi di bulan Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, pihaknya menyambut baik realisasi inflasi di awal bulan Ramadan tersebut.

"Kita menyambut gembira, memasuki bulan Ramadan dan dekati Lebaran hanya 0,21%, kalau tahun-tahun lalu menjelang lebaran bisa mencapai setengah persen, secara year-on-year (tahunan) juga masih 3,24%," ungkapnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Berdasarkan data BPS, angka inflasi di bulan Mei 2018 tercatat lebih rendah dari Ramadan di Mei 2017 sebesar 0,39%. Sedangkan di awal Ramadan 2016 pada bulan Juni sebesar 0,66%.

Menkeu Sri Mulyani: Kinerja APBN 2018 Alami Perbaikan

Bendahara Negara ini menyatakan, capaian inflasi di bulan Mei menunjukkan kerjasama yang baik antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI). Terlebih di saat pelemahan Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan turut menyumbang peningkatan inflasi bulan ini.

"Tapi stabilitas dari sisi harga pangan dan pasokan memberikan tingkat kepastian, (sehingga terjadi) stabilitas yang baik," katanya.

Sehingga menurutnya, stabilitas merupakan sesuatu yang penting di tengah gejolak ekonomi dunia yang saat ini semakin menghadapi ketidakpastian. Pihaknya pun akan terus menjaga tingkat inflasi hingga akhir tahun bisa sesuai dengan asumsi APBN 2018.

Menkeu Sri Mulyani: Kinerja APBN 2018 Alami Perbaikan

"Kita akan selalu jaga prestasi ini, kondisi ini secara baik, sehingga keseluruhan per tahun bisa sesuai asumsi APBN 2018 3,5 plus minus 1%, yang juga sesuai disampaikan BI selama ini," katanya.

Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan, realisasi inflasi ini menjadi bukti nyata antara BI dan pemerintah untuk memastikan ketersediaan pasokan komoditas. Selain itu, inflasi yang menjadi terendah dari bulan Ramadan lainnya ini, juga dinilai menunjukkan depresiasi Rupiah tak berpengaruh besar.

"Ini bukti dampak pelemahan nilai tukar terhadap inflasi itu sebetulnya tidak besar, hanya kecil," ucapnya dalam kesempatan yang sama.

"Sehingga sejumlah analisis yang mengatakan nilai tukar lemah, inflasi melambung, ini (inflasi Mei) merupakan bukti nyata (hal itu tidak terjadi)," imbuhnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini