nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asumsi Makro RAPBN 2019, Pertumbuhan Ekonomi Turun Jadi 5,2%-5,6%

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 05 Juni 2018 14:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 05 20 1906809 asumsi-makro-rapbn-2019-pertumbuhan-ekonomi-turun-jadi-5-2-5-6-HH9RXMIG0M.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Ulfa/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan asumsi dasar makro untuk Rancangan Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 di hadapan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) tersebut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro beserta Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Baca Juga : Susun APBN 2019, Sri Mulyani: Kami Melihat Ekonomi Global Rapat tersebut merupakan lanjutan dari rapat dengan pembahasan yang sama kemarin. Setelah berlangsung kurang lebih tiga jam, ketiga pihak akhirnya menyepakati asumsi makro untuk RAPBN 2019.

Rapat Kerja Banggar DPR Terkait Pengambilan Keputusan RUU RAPBN 2018

Sebelumnya ada perbedaan pada asumsi pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar Rupiah oleh pemerintah dan Bank Indonesia. Pemerintah menetapkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,4%-5,8% sementara bank sentral memiliki target yang lebih rendah yaitu 5,2%-5,6%.

Sementara untuk nilai tukar Rupiah, pemerintah menargetkan berada di kisaran Rp13.700-Rp14.000. Sedangkan Bank Indonesia pada kisaran Rp13.800-Rp14.100. Setelah dilakukan voting, maka mayoritas peserta yang hadir sepakat untuk menggunakan asumsi pertumbuhan ekonomi yang dipatok Bank Indonesia.

Baca Juga : Jelang Buka Puasa, Sri Mulyani hingga Gubernur BI Ngabuburit Bahas Ekonomi 2019 Menteri Keuangan Sri Mulyani pun akhirnya setuju dengan asumsi pertumbuhan ekonomi Bank Indonesia karena konsumsi rumah tangga masih harus diperkuat di atas 5%.

Rapat Kerja Banggar DPR Terkait Pengambilan Keputusan RUU RAPBN 2018

"Kami sepakat asumsi pertumbuhan ekonomi 2019 mengikuti sasaran yang telah ditetapkan Bank Indonesia, yakni 5,2%-5,6% persen," kata Sri Mulyani di Komisi XI, DPR RI Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Adapun nilai tukar Rupiah ditetapkan berdasarkan usulan pemerintah, karena rentang yang diberikan Bank Indonesia terlalu tinggi. Selain itu, rapat juga menyetujui asumsi inflasi di RAPBN 2019 pada 2,5%-4,5% atau 3,5% plus minus 1%. Pemerintah, Bank Indonesia, dan DPR juga menetapkan Suku Bunga SPN Tiga Bulan di kisaran 4,6%-5,2%.

Lalu, tingkat pengangguran terbuka ditargetkan 4,8%-5,2%. Sementara tingkat kemiskinan ditargetkan 8,5%-9,5%. Ratio gini ditargetkan 0,38-0,39 dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 71,98.

Berikut ini kesimpulan Asumsi Makro RAPBN 2019

Pertumbuhan Ekonomi : 5,2%-5,6%.

Nilai Tukar Rupiah : Rp13.700-Rp14.000 per USD

Inflasi : 3,5% plus minus 1%

SPN Tiga Bulan : 4,6%-5,2%

Tingkat pengangguran terbuka : 4,8%-5,2%

Kemiskinan : 8,5%-9,5%

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini