nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inflasi Rendah karena Daya Beli Turun? Ini Kata BI

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 05 Juni 2018 19:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 05 20 1906959 inflasi-rendah-karena-daya-beli-turun-ini-kata-bi-nKS7IRFjJe.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi Mei 2018 mencapai 0,21%. Angka inflasi d ibulan awal Ramadan ini lebih rendah ketimbang bulan Ramadan tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan data BPS, angka inflasi di Mei 2018 tercatat lebih rendah dari Ramadan di Mei 2017 sebesar 0,39%. Sedangkan di awal Ramadan 2016 pada bulan Juni sebesar 0,66%.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Reza Anglingkusumo menilai, tingkat inflasi yang rendah ini tak mencerminkan penurunan daya beli masyarakat.

"Harga itu interaksi demand dan supply, maka supply kuat jadi inflasi rendah. Nah kalau daya beli rendah harusnya harga turun, tapi kan inflasi menunjukkan adanya kenaikan harga (menunjukkan adanya permintaan), jadi masih ada demand dan supply," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

 

Menurutnya terjadi keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan komoditas sehingga harga cenderung dapat terjaga, yang kemudian menekan laju inflasi. "Struktur supply dan demand sekarang dalam kondisi yang sehat, seimbang" imbuhnya.

Sementara, Asisten Deputi Moneter Kemenko Perekonomian Edi Pambudi menambahkan, inflasi rendah karena adanya perubahan preferensi konsumsi masyarakat. Di mana libur Lebaran yang tahun ini cenderung panjang membuat masyarakat lebih memilih menggunakan dananya untuk kebutuhan mudik ketimbang membeli sesuatu.

"Di pasar ritel sudah cukup ramai, walau dibandingkan tahun lalu memang lebih rendah, tapi kan itu relatif. Ada pergantian preferensi masyarakat, libur lebih cepat jadi mereka lebih gunakan untuk mudik daripada beli sesuatu," jelasnya.

 Inflasi 2017 Tercatat 3,61%, Dianggap Masih Aman

Hal yang sama juga dinilai Kepala Pusat Kebijakan Makro Ekonomi Kemenkeu Adriyanto, terjadinya perubahan preferensi konsumsi masyarakat.

"Jadi sebetulnya bukan daya beli tapi preferensi masyarakat untuk belanja. Kita enggak melihat ada isu penurunan daya beli masyarakat," tegasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini