nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Target Inflasi Meleset Bisa Berdampak Buruk ke Pertumbuhan Ekonomi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 05 Juni 2018 20:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 05 20 1906988 target-inflasi-meleset-bisa-berdampak-buruk-ke-pertumbuhan-ekonomi-cTKhbdd0p2.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menargetkan inflasi tahunan dalam kisaran 3,5% plus minus 1% di 2018 dan 2019. Sasaran ini dinilai masih menunjukkan inflasi Tanah Air cenderung masih tinggi.

Asisten Deputi Moneter Kemenko Perekonomian Edi Pambudi menyatakan, sasaran inflasi tersebut berdasarkan perhitungan yang panjang dengan memperhitungkan mitigasi gangguan dari penyebab inflasi.

"Kita memang ingin inflasi terus ke level rendah, tapi kita enggak mau buat target yang memang tidak mampu dicapai. Lebih baik objektif tapi bisa dijangkau," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

 

Sementara itu, Kepala Pusat Kebijakan Makro Ekonomi Kementerian Keuangan Adriyanto menambahkan, penetapan target inflasi memiliki arah tersendiri tak bisa terlalu tinggi maupun rendah. Pasalnya inflasi berpengaruh pada kondisi perekonomian dalam negeri. "Kalau inflasi terlalu tinggi, overheating bisa berdampak ke pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Bila inflasi terlalu rendah, lanjutnya, pada sisi permintaan terjadi penurunan sehingga produksi pun turut rendah. "Pertumbuhan ekonomi juga jadi enggak bagus," imbuhnya.

 

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Reza Anglingkusumo menilai, target inflasi memang harus rendah dan stabil. Namun hal tersebut dapat dicapai secara bertahap sesuai dengan kesiapan infrastruktur dalam negeri dan kebijakan moneter yang mendukung.

"Kalau kebijakan moneter terlalu ketat bisa berdampak ke pertumbuhan ekonomi, harus berhati-hati juga," ujarnya.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi akan berdampak langsung pada pencipataan lapangan kerja. "Jadi target inflasi memang secara bertahap akan terus rendah, tapi tidak akan pernah ada target ke deflasi. Karena kalau harga barang terus turun enggak akan ada yang mau supply," pungkasnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini